Sabtu, 18 Agustus 2018

Konser Celine Dion , Cukup Monoton Tapi Membayar Rindu dan Mimpi

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Celine Dion beraksi saat konser bertajuk Celine Dion Live Tour 2018 di Sentul, Bogor, Sabtu, 7 Juli 2018. Diva dari Kanada ini menutup penampilannya dengan lagu soundtrack film Titanic, My Heart Will Go On.  ANTARA/Elora.

    Celine Dion beraksi saat konser bertajuk Celine Dion Live Tour 2018 di Sentul, Bogor, Sabtu, 7 Juli 2018. Diva dari Kanada ini menutup penampilannya dengan lagu soundtrack film Titanic, My Heart Will Go On. ANTARA/Elora.

    TEMPO.CO, Jakarta - Enerjik, penuh tenaga, ramah, ekspresif, dan gemar bercerita, setidaknya ituah gambaran yang nampak dari sosok Celine Dion saat menggelar konser perdananya di Indonesia, Sabtu 7 Juli 2018 di Sentul International Convention Center, Jawa Barat.

    Hall berkapasitas 11.000 orang itu sukses mengumpulkan ribuan penggemar Celine Dion dalam konser berdurasi kurang dari dua jam. Sepanjang konser berlangsung, suasana tak henti dari riuh suara kagum, haru, serta tepukan tangan yang kerap hadir dari lagu ke lagu.

    Baca: Konser Perdana di Indonesia, Celine Dion Sebut Datang dari Jauh

    "Saya rasa kalian sudah mendukung saya bermusik sejak tiga dekade lalu. Malam ini menjadi musik kalian, konser kalian, dan semua tentang kalian,” ucap Celine Dion begitu tampil di atas panggung. Hall kembali riuh. “Saya ingin membuat malam ini menjadi yang terbaik bagi kalian,” ujarnya.

    Celine membagi konsernya dalam lima bagian pentas. Setiap bagian itu ia tandai dengan panggung gelap. Peralihan yang diiringi alunan musik lalu kembali terang dengan kehadiran Celine di atas panggung lengkap dengan busana yang sudah berganti.

    Lagu-lagu yang dibawakan Celine Dion di konsernya semalam tak jauh berbeda dengan apa yang ia sajikan saat tampil di dua konser sebelumnya yakni di Tokyo dan Singapura. Pun dengan kostum yang ia kenakan. Seorang penggemar, Muhammad Ridwan Juliansyah menuturkan, hal semacam ini yang menurutnya cukup membosankan dari aksi panggung seorang diva.

    Nyaris tak adanya perubahan sajian atau setidaknya ada sedikit saja kejutan yang terasa spesial di tiap penampilan. Apalagi semalam adalah penampilan pertama di Indonesia, yang boleh dibilang jadi penantian para penggemar Celine sejak awal ia hadir di industri musik.

    “Nyaris di konser-konser sebelumnya selalu persis sama misalnya dari susunan lagu dan kostum,” tutur Julian saat dijumpai Tempo usai konser berlangsung.

    Tapi tentunya meski terkesan membosankan, penampilan Celine tetap memberi ruang bahagia di hati pria berusia 33 tahun tersebut. Bayangkan saja, Julian mengagumi Celine dan karyanya sejak masih berseragam putih merah. Dihitung mundur dari kehadiran Celine di Indonesia, ia berseloroh harus menanti selama 24 tahun agar bisa menyaksikan langsung aksi idolanya tersebut.

    “Tapi secara keseluruhan semuanya tetap menyenangkan, bikin bahagia. Biasanya hanya melihat konser-konsernya di Youtube sekarang benar-benar ada di depan mata,” ucap Julian tanpa bisa menyembunyikan kebungahannya itu.

    Mungkin untuk bisa menikmati konser Celine Dion, seorang penggemar harus bisa menahan diri untuk tidak mencari tahu seperti apa aksi panggung Celine di konser yang digelar di musim berdekatan.

    Hal senada diungkapkan Wulan Widyasari, 32 tahun. Secara keseluruhan konser Wulan merasa tak ada masalah. Celine tampil begitu prima. Hanya saja ia merasa penampilan kali ini terkesan agak diburu-buru. “Mungkin karena dia baru datang dan harus segera pergi dengan penerbangan berikutnya, saya enggak tahu,” tutur Wulan.

    Konser Celine Dion di Indonesia merupakan konser sang diva yang ketiga yang ia saksikan. Sebelumnya Wulan sempat menonton aksi panggung Celine di Belgia dan Jerman. Ia merasakan nuansa yang lebih intim namun juga bisa lebih leluasa menyaksikan konser Celine yang digelar di negara lain. “Waktu di Jerman, penonton mau berdiri berjingkrakan ikut menari itu tidak dilarang, tapi di sini kok orang mau nari malah disuruh duduk, padahal lagunya bukan lagu untuk didengarkan sambil duduk,” ucap Wulan.

    Belasan lagu yang dibawakan Celine tentunya mengundang mereka untuk ikut bernyanyi. Sejak awal, lantunan lagu The Power of Love menjadi pembuka yang apik.

    Lagu yang pernah dibawakan Jennifer Rush ini menjadi andalan dalam album berbahasa Inggris ketiga Celine, The Colour of My Love yang dirilis tahun 1993. Boleh dibilang, album ini adalah surat cinta Celine Dion terhadap manajernya yang kemudian menjadi suaminya, René Angélil.

    Menyusul The Power of Love, That’s the Way It is, I’m Alive, dan Because You Love Me mengisi bagian pertama. Keempat lagu ini dibawakan Celine dalam balutan busana maskulin: blazer dan celana berbahan brokat emas rancangan Maison Schiaparelli yang memang dilibatkan untuk beberapa konser bertajuk Céline Dion Live 2018 ini.

    Sepanjang penampilannya, Celine begitu gemar bercerita. Ia memang dikenal sebagai penyanyi yang membuka buku hariannya. Beberapa pengalaman, kesan di panggung, kisah tentang lagu, berikut duka kehilangan suami ia beberkan. Tak lupa selipan humor dan celetukan serta ekspresi komikal turut melengkapi aksi panggungnya yang begitu prima.

    Di bagian kedua, Celine tampil dengan baju tertutupi payet-payet tanpa lengan dibalut rok hitam bermotif yang mengembang.  Ia mengisahkan pengalamannya mengisi lagu untuk sebuah film. Merujuk pada film Beauty and The Beast, Ia pun mengenang pengalaman berikutnya kembali mengisi lagu untuk sebuah film. “Saya berkesempatan bernyanyi untuk film lain, film tentang sesuatu yang besar yang seharusnya mengambang, ya Titanic," dengan ekspresinya saat bercerita, sontak penonton pun tergelak mendengar lelucon soal film tentang kapal besar yang tenggelam tersebut.

    Tak hanya menyanyi, Celine pun sempat menunjukkan kepiawaiannya menari latin didampingi seorang penari pria. Iringan musik beragam genre pun hadir dan menambah suasana makin romantis seperti lewat aksi string section dan acustic medley lewat algu At Seventeen, A New Day Has Come, Unison, serta To Love You More. Lagu-lagu dengan beat lebih tinggi dan nada bersemangat dihadirkan pada sesi akhir diwarnai lagu-lagu seperti Purple Rain, Love Can Move Mountains, dan River Deep, Mountain High.

    Apa yang kurang dari segenap aksi yang cukup terasa panjang itu? Lagu sepanjang masa ‘My Heart Will Go On! Lagu tersebut menutup aksi Celine Dion semalam lengkap dengan segala salam penutup dan ucapan terima kasihnya kepada para penggemarnya di Indonesia. Semuanya bermimpi indah malam itu.

    Near, far, wherever you are
    I believe that the heart does go on
    Once more you open the door
    And you're here in my heart and my heart will go on and on...


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Jurus Rusia Membalas Sanksi AS Terkait Sergei Skripal

    Berikut 5 hal yang mungkin Rusia sebagai retaliasi atas sanksi dari AS terkait kasus serangan racun novichok kepada Sergei Skripal dan putrinya.