Bermain di Film Rasuk, Shandy Aulia Takut Dibenci Penonton

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Shandy Aulia. Tabloidbintang.com

    Shandy Aulia. Tabloidbintang.com

    TEMPO.CO, Jakarta -Shandy Aulia kembali membintangi film bergenre horor. Kali ini Shandy Aulia bermain di film Rasuk. Rasuk merupakan film bergenre horor yang diangkat dari novel berjudul serupa karangan Risa Saraswati. Di film ini, Shandy Aulia memerankan tokoh bernama Langgir Janaka.

    Baca: Foto Bareng Shandy Aulia, Kahiyang Ayu Merasa Makin Lebar

    Shandy Aulia menceritakan tantangannya berperan sebagai Langgir Janaka.
    Perempuan berusia 30 tahun itu mengaku takut dibenci oleh penonton karena karakternya dalam film tersebut yang selalu negatif dalam menilai orang. "Apa pun yang disampaikan sahabat-sahabatnya selalu dia pikir tuh selalu jelek. Negatif," kata Shandy Aulia kepada tabloidbintang beberapa waktu lalu.

    Rasuk bercerita tentang persoalan hidup yang dialami Langgir Janaka sehingga membuat ia selalu membandingkan kehidupannya dengan teman-temannya yang dianggap sempurna.

    Semenjak ayahnya meninggal dunia, Langgir selalu bertengkar dengan sang ibu. Ibunya selalu menyalahkan Langgir atas kecelakaan yang dialami ayahnya itu. Sampai suatu saat, ibunya menikah lagi dan ia memiliki anak. Namun, hal itu tak membuat keadaan menjadi lebih baik. Shandy Aulia. Tabloidbintang.com

    Langgir pun memiliki rencana untuk pergi berlibur ke suatu vila bersama teman-temannya.Saat itu, konflik kembali muncul saat Langgir marah dan benci ketika melihat pria idamannya dekat dengan temannya sendiri.

    "Langgir itu justru karakter yang very dark ya. Karena memang dia tuh orang yang komplain, nyebelin, terus orangnya egois, dan cuek banget sama teman-temannya. Padahal sebenarnya, dia sayang," kata Shandy Aulia.

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.