Doktor asal Amerika Ini Teliti Musik dan Aktivisme di Bali

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Robi 'Navicula' saat tampil di panggung 'Kuta Bergerak, Selamatkan Ibu Pertiwi' di Pantai Kuta, 17 Januari 2016. TEMPO/BRAM SETIAWAN

    Robi 'Navicula' saat tampil di panggung 'Kuta Bergerak, Selamatkan Ibu Pertiwi' di Pantai Kuta, 17 Januari 2016. TEMPO/BRAM SETIAWAN

    TEMPO.CO, Denpasar -Rebekah E. Moore, doktor bidang etnomusikologi dari Amerika Serikat mengamati perkembangan aktivisme dan musik di Bali. "Selama empat tahun terakhir ini karena fokusnya ke Bali Tolak Reklamasi," katanya seusai berbincang di Rumah Sanur - Creative Hub, Denpasar, Kamis, 28 Juni 2018. Saat itu ia menjadi pembicara untuk diskusi bertajuk Musik Bali, Lalu, Kini, dan Nanti.

    Baca: Navicula Luncurkan Lagu Baru Berjudul Ibu

    "Hampir semua band yang saya teliti mereka ikut terlibat dalam gerakan itu (Bali Tolak Reklamasi)," tuturya. Rebekah menyebutkan di antaranya, yaitu Nosstress, The Hydrant, Navicula, Superman Is Dead, Geekssmile, dan Dialog Dini Hari.

    Rebekah pertama kali ke Bali pada 2005. Ia kemudian meneliti grup musik di Bali pada 2008-2013. Penelitiannya itu berfokus untuk merampungkan program doktor di Indiana University, dengan judul Indie Music in Post-Bomb Bali: Participant Practices, Scene Subjectivities. Saat itu ia riset tentang pembangunan industri musik independen di Bali pasca bom Bali.

    Perkembangan musik di Bali membuat dirinya ingin terus meneliti. Saat ini ia sedang menulis buku tentang profesionalisme dalam musik dan aktivisme. "Yang menarik bagi saya betapa banyak waktu yang dihabiskan musisi Bali untuk kegiatan aktivisme," ujarnya.Superman Is Dead. Net

    Menurut dia musikus Bali yang menekuni aktivisme bukan hanya sekadar menulis lagu tentang isu yang dikritik. "Mereka memang turun ke jalan," kata Rebekah. Meskipun Rebekah menganggap gerakan Bali Tolak Reklamasi menyatukan barisan musikus di Bali. Namun, kata dia, bukan hanya saat ini saja musik dan aktivisme saling bergandengan.

    Menurut dia, sebelum isu reklamasi Teluk Benoa muncul, Navicula, Superman Is Dead, dan Geekssmile  sudah menghidupkan nuansa aktivisme. "Navicula aktif banget dengan gerakan lingkungan hidup," ujarnya.

    Adapun Superman Is Dead, ujar dia, sering mengajak para fansnya untuk bersepeda saat trio punk itu pentas. Sedangkan Geekssmile, menurut Rebekah sangat aktif mengkritik tentang korupsi dan politik dalam lirik lagu. "Skena musik sekarang (di Bali) tidak bisa dilepaskan dari aktivisme," katanya.

    Simak: Superman Is Dead Garap Video Klip Terbaru, Ada Pesan Perjuangan

    Menurut vokalis Navicula Gede Robi Supriyanto musik adalah fenomena budaya. "Industri musik rock bagian dari pergerakan budaya saat ini," ujarnya. "Kalau terjadi ketidakadilan, satu-satunya menyuarakan yang indah dengan musik."


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.