G-Dragon Big Bang Dikabarkan Langgar Aturan Wajib Militer

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • G-Dragon. allkpop.com

    G-Dragon. allkpop.com

    TEMPO.CO, Jakarta - G-Dragon Big Bang disebut-sebut melanggar aturan selama mengikuti masa wajib militernya. Seperti yang tertulis di laman allkpop.com, G-Dragon disebut menyalahi aturan penggunaan jasa rawat inap di rumah sakit.

    Baca:
    G-Dragon Galau, Ingin Hidup Sebagai Kwon Ji-yong
    G Dragon Mulai Jalani Wamil, Penggemar Antar ke Tempat Pelatihan

    Sejak resmi wajib militer pada 5 April lalu, hingga kini pentolan boy band Big Bang itu sudah menghabiskan 20 hari rawat inap di rumah sakit. Lamanya rawat inap tersebut lantaran pemilik nama asli Kwon Ji Yong itu harus melakukan operasi pada bagian ankle kakinya pada pertengahan Mei lalu.

    Yang jadi masalah, selama dirawat G-Dragon menggunakan kamar yang tak sesuai dengan aturan wajib militer. G-Dragon diketahui memakai kamar yang seharusnya hanya diperuntukkan untuk anggota militer yang setidaknya berpangkat kolonel.G-Dragon

    Kamar yang digunakan G-Dragon kabarnya memiliki fasilitas lengkap seperti pendingin ruangan, lemari es, dan televisi. Sementara menurut aturan wajib militer, seorang tentara biasa harusnya tidak boleh menggunakan kamar tersebut.

    Tak hanya itu, G-Dragon kabarnya juga melanggar aturan jam besuk. Normalnya jam besuk dimulai pukul 11.00 waktu Korea hingga pukul 17.00 waktu setempat. Namun seorang saksi dari Dispatch mengaku melihat seseorang tetap berada di kamar G-Dragon hingga lebih dari pukul 17.00 waktu Korea.

    Pihak Dispatch kabarnya telah mencoba mencari informasi terkait pelanggaran yang dilakuka G-Dragon tersebut, namun belum mendapat jawabannya. "Kami hanya akan memberikan respons jika kalian mengajukan permohonan tiga hari sebelumnya, dan kami akan mencoba menjawabnya," kata pihak rumah sakit, seperti dikutip Allkpop.

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.