Gampang Memar, Aurelie Moeremans Enggan Bermain di Film Laga

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aurelie Moeremans menyebut Ello bukanlah cowok romantis. Meski begitu, wanita keturunan Belgia-Indonesia ini merasa nyaman menjalani hubungannya itu.Instagram.com

    Aurelie Moeremans menyebut Ello bukanlah cowok romantis. Meski begitu, wanita keturunan Belgia-Indonesia ini merasa nyaman menjalani hubungannya itu.Instagram.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Aurelie Moeremans telah membintangi sederet judul sinetron dan film. Yang terbaru, kekasih Marcello Tahitoe itu dipercaya bermain di film horor Kuntilanak.

    Baca:
    Syuting Film Kuntilanak, Aurelie Moeremans Alami Kejadian Mistis

    Dibintangi Aurelie Moeremans, Film Kuntilanak Siap Menebar Teror

    Namun rupanya, ada genre film yang sedapat mungkin ditolak Aurelie Moeremans. Sebab, tubuhnya mudah memar jika terbentur.

    "Nah itu, aku ada beberapa tawaran film fighting. Cuma aku kena ini aja (meja) udah biru, jadi kayak belum kepingin," ujar Aurelie Moeremans di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Sabtu, 16 Juni 2018.

    Aurelie Moeremans tak menyangkal tubuhnya sangat rentan dan mudah terluka. Ditambah lagi, ia juga bukan tipikal perempuan yang sporty.Aurelie Moeremans. Tabloidbintang.com

    "Soalnya aku tahu badan aku tuh rentan banget. Jadi aku yang bukan sporty girl banget. Malas cedera juga sih," ungkap Aurelie Moeremans.

    Namun bukan berarti Aurelie Moeremans anti bermain film laga. Dengan catatan, film itu memiliki jalan cerita yang menarik.

    "Kalau sutradaranya bagus, ceritanya bagus ya enggak apa-apa deh biru-biru deh. Ha ha ha. Tapi sejauh ini belum ada yang tawaran gimana-gimana sih," ucap Aurelie Moeremans.

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.