Kata Adik Pramoedya, Sosok Annelies di Bumi Manusia Sulit Dicari

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sutradara, penulis naskah, para pemain Bumi Manusia serta putri dan cucu sastrawan Pramoedya Ananta Toer (ANTARA)

    Sutradara, penulis naskah, para pemain Bumi Manusia serta putri dan cucu sastrawan Pramoedya Ananta Toer (ANTARA)

    TEMPO.CO, Blora - Soesilo Toer, 81 tahun, adik kandung dari sastrawan Pramoedya Ananta Toer ikut mengomentari rencana pembuatan film Bumi Manusia, termasuk keterlibatan Hanung Bramantyo sebagai sutradara. ”Dia manusia pemberani,” ujarnya pada Tempo saat ditemui di rumahnya di Blora, Jawa Tengah, Kamis sore, 7 Juni 2018.

    Baca:
    Garap Film Bumi Manusia, Hanung Bramantyo Rela Tak Dibayar
    Hanung Tanggapi Soal Petisi Tolak Iqbaal Ramadhan Perankan Minke

    Pria bergelar doktor dari Institut Perekonomian Rakyat Plekhanov Uni Soviet ini mengatakan manusia itu harus berani. Lepas bahwa dikemudian hari yang bersangkutan itu itu menang atau kalah itu lain soal. “Bagus jelek itu urusan lain,” tandas pria bergelar doctor Institut Perekonomian Rakyat Plekhanov Uni Soviet ini.

    Tak hanya Hanung sebagai sutradara, Soesilo Toer juga mengomentari karakter-karakter di novel Bumi Manusia yang nantinya akan diperabkan sejumlah aktor dan aktris. Terutama sosok Annelies. Menurut dia, Annelies merupakan sosok perempuan yang sangat cantik. "Tentu susah dicari sosok pemainnya,” ujarnya.

    Sosok Annelies yang merupakan pacar Minke, diperankan oleh artis Mawar De Jongh. “Kecantikan Annelies, sebagaimana yang ada di lukisan susah dicari,” katanya.

    Sementara itu Gatot Pranoto, 61 tahun, budawayan asal Blora, yang pernah membuat kajian Novel Bumi Manusia bersama Pramoedya Ananta Toer di Pendopo Pemerintah Kabupaten Blora, mengatakan, kadang beda antara penuangan tulisan dengan visual. Bumi Manusia 3: Sutradara Hanung Bramantyo memotong tumpeng untuk pemeran Annelies, Mawar Eva de Jongh menandai akan dimulainya syuting film Bumi Manusia pada Juli mendatang di Studio Alam Gamplong, Kecamatan Moyudan, Kabupaten Sleman, Kamis, 24 Mei 2018 malam. (Tempo/Pito Agustin)

    Untuk itu, dia berharap ada kajian mendalam sebelum novel itu difilmkan. Misalnya latar belakang soal cerita, juga riset tentang isi ceritanya.”Ada banyak contoh, novel bagus, tetapi ketika difilmkan, beda jauh. Terutama pembawaan karakter pemainnya,” ujarnya saat berdiskusi di Perpustakaan Praamoedya Ananta Toer Anak Semua Bangsa (Pataba) di Jetis, Blora, Jawa Tengah, Kamis petang, 7 Juni 2018.

    Oleh karena itu, lanjut Gatot, tim pembuat film, termasuk Sutradara Hanung Bramantyo, perlu juga melakukan riset di beberapa tempat di Blora. Misalnya melihat langsung rumah dan masa kecil Pramoedya Ananta Toer dan menemui keluarganya.”Bagi saya itu, penting untuk menambah reverensi,” ujar pria yang juga keponakan tokoh Orde Baru Ali Murtopo ini.

    Simak: Iqbaal Ramadhan Ingin Kenalkan Bumi Manusia ke Generasi Milenial

    Seperti diketahui Novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer akan diangkat ke layar lebar oleh rumah produksi Falcon Pictures. film ini akan disutradarai Hanung Bramantyo dan naskahnya ditulis Salman Aristo.

    Bagi Hanung, kesempatan menyutradarai film yang diadaptasi dari novel favoritnya itu terasa seperti mimpi yang jadi kenyataan. Keinginannya untuk menyutradarai film Bumi Manusia pernah dia utarakan langsung ketika dia mengunjungi Pram ke rumahnya. "Pram cuma ketawa," katanya.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.