Di The Trading Floor, Andy Lau Pilih Bekerja di Belakang Layar

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Andy Lau dan sutradara KK Wong. (Dok. Fox Networks Goup Indonesia)

    Andy Lau dan sutradara KK Wong. (Dok. Fox Networks Goup Indonesia)

    TEMPO.CO, Hong Kong -Andy Lau merambah ke drama serial televisi. Lewat rumah produksi Focus Television Production Limited - Anak perusahan Focus Group Holdings Limited miliknya, Andy Lau memproduksi serial drama televisi mini baru berjudul The Trading Floor.

    Baca: Andy Lau Rambah Serial TV, Produseri Miniseri The Trading Floor

    Aktor asal Hong Kong yang sudah malang melintang di industri film dan musik sejak 1980-an ini bekerja sama dengan Fox Networks Goup Asia dan Tencent Penguin Pictures. The Trading Floor, yang juga disebut Hong Kong Wall Street, dibuat berdasarkan kisah nyata industri keuangan di Hong Kong dalam kurun waktu 20 tahun, sejak 1997 saat Hong Kong kembali ke Republik Rakyat Cina hingga 2017.

    Untuk menggarap proyek pertama miniseri televisinya itu, Andy Lau menggandeng sutradara KK Wong. Sederet bintang besar Hong Kong juga dilibatkan, di antaranya Francis Ng, Patrick Tam, Maggie Cheung, Carlos Chan, dan aktor Taiwan Joseph Chang.

    Terkait miniseri The Trading Floor, Andy Lau mengaku senang karena Fox Networks Goup Asia memberinya kesempatan memproduksi miniseri dengan berlatar seluk beluk bursa saham di Hong Kong ini. Dia optimistis, The Trading Floor bakal disukai penggemar drama.

    Lalu, mengapa Andy Lau tak ikut berperan di miniseri ini? Andy Lau yang hadir dalam konferensi pers peluncuran resmi The Trading Floor di Hotel The Ritz Carlton Hong Kong akhir Mei lalu hanya tersenyum dan menjawab," Mungkin akan tampil di episode ke 18 hahaha…"Andy lau dan para aktor pendukung miniseri The Trading Floor usai konferensi pers di Hotel Ritz Carlton Hong Kong Mei 2018 lalu. (Dok. Fox Networks Group Iindonesia)

    Andy Lau lebih lanjut mengatakan, proses pembuatan miniseri lima episode yang per episodenya berdurasi sekitar satu jam ini terbilang lama, sekitar 3 tahun. Biaya yang dibutuhkan juga tak sedikit karena miniseri ini mengikuti standar drama serial televisi buatan Amerika Serikat yang mengutamakan kualitas premium.

    Selain itu, kata Andy Lau, cerita yang disuguhkan The Trading Floor relatif sulit dicerna karena menyangkut ilmu jual beli saham yang sangat dalam, serta berhubungan dengan ekonomi dan politik di Hong Kong.

    Tak hanya di Hong Kong, The Trading Floor juga akan disiarkan secara global di sejumlah negara seperti Taiwan, Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, dan Cina melalui Star Chinese Movies (SCM) milik Fox dan platform over-the-top (OTT). Di Cina, hak siar Trading Floor dipegang oleh Tencent Penguin Pictures.

    "Untung saya tidak ikut bermain dalam miniseri tersebut. Karena jika saya ikut main, akan membuat budget naik sampai 3 kali lipat," kata Andy Lau bergurau.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sel Dendritik dan Vaksin Nusantara Bisa Disuntik Berulang-ulang Seumur Hidup

    Ahli Patologi Klinik Universitas Sebelas Maret menjelaskan proses pembuatan vaksin dari sel dendritik. Namun, vaksin bisa diulang seumur hidup.