Dewi Sandra Kagum Dengan Korban Pelecehan yang Mau Bersuara

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dewi Sandra di Dine and Care WeCare.id dan Wardah di Plataran Dharmawangsa, Jakarta, Kamis 1 Maret 2018. TEMPO | Astari P Sarosa

    Dewi Sandra di Dine and Care WeCare.id dan Wardah di Plataran Dharmawangsa, Jakarta, Kamis 1 Maret 2018. TEMPO | Astari P Sarosa

    TEMPO.CO, Jakarta -Dua hari terakhir ramai pemberitaan mengangkat kasus pelecehan yang dialami pedangdut Via Vallen. Via Vallen berani mengungkap pelecehan yang dialaminya melalu media sosial Instagram. Ternyata Dewi Sandra salah satu aktris yang setuju dengan korban pelecehan yang berani bersuara di depan publik.

    Baca: Via Vallen Bersyukur Dapat Banyak Dukungan Usai Alami Pelecehan

    "Saya setuju dan mendukung gerakan speak up karena ini hak asasi manusia, dan di mana saat kita merasa terdzalimi kita harus berani menyuarakan. No! Saya tidak pantas untuk di-treat seperti itu (pelecehan), karena saya punya perasaan dan ingin perasaan saya dihargai, dengan cara saya menghargai perasaanmu juga," kata Dewi Sandra ditemui di Ciputra Artpreneur, Jakarta Selatan, Rabu, 6 Juni 2018.

    Lebih lanjut Dewi Sandra mengungkapkan jika pelecehan tak hanya terjadi pada perempuan, tapi juga laki-laki. "Kita harus garis bawahi bahwa pelecehan bisa terjadi pada lelaki dan perempuan. Tapi mungkin kasusnya lebih banyak terjadi pada perempuan dan rasa malunya lebih besar di perempuan," ujarnya.

    Karena pada dasarnya, menurut bintang film Ayat Ayat Cinta 2 itu, pelecahan adalah penyakit hati, dan benar-benar harus diperbaiki. Saat dilecehkan seseorang harus berani bersuara agar yang salah bisa diluruskan.

    "Kalau berani melecehkan berarti ada yang salah di diri peleceh itu, dan saya rasa kita sudah di zaman di mana yang benar pasti dibela, jadi kalau kita benar tapi diam gimana mau dibela," ungkap Dewi Sandra.

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.