Ririn Ekawati Curhat Tak Enaknya Berstatus Janda

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ririn Ekawati. TEMPO/Yosep Arkian

    Ririn Ekawati. TEMPO/Yosep Arkian

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebagai seorang janda, Ririn Ekawati mengaku dibayangi stigma negatif. Ada dua hal yang sama-sama tidak enak didengar Ririn. Pertama, hidupnya sebagai janda dinilai mengenaskan. Kedua, banyak yang menggunjing Ririn terkait profesi pekerja seni yang dijalaninya.

    Baca: Dua Kali Menjanda, Ririn Ekawati Merasa Susah Dapat Jodoh

    “Ada yang menggunjing, 'Dih, itu janda keluar malam.' Mereka enggak tahu saya syuting malam dan pulang pagi mencari uang buat anak-anak," kata Ririn saat ditemui di sebuah acarayang digelar di Jakarta, beberapa waktu lalu.

    Sampai sekarang, kata Ririn, stigma semacam ini masih membayangi. Ia pun mencoba tak menghiraukannya.

    "Saya bodo amat. Alasannya, tiga. Pertama, saya kerja halal di lokasi syuting. Kedua, saya tidak minta makan dari para penggunjing. Ketiga, saya tidak menyakiti mereka. Kalau yang saya lakukan tidak baik, ada sejuta lebih pengikut di Instagram yang setiap saat memantau gerak-gerik saya,” tutur bintang sinetron Muslimah ini.Ririn Ekawati. TEMPO/Yosep Arkian

    Daripada terpapar hal negatif, Ririn Ekawati menyibukkan diri dengan banyak hal. Bulan ini misalnya, ia membintangi pergelaran teater Langit 7 Bidadari bersama Sophia Latjuba, Ariel Tatum, Indy Barends, hingga aktris senior Jajang C. Noer. Pertunjukan yang diproduksi Langitpitu Cipta Kreasi ini disutradarai Harry DeFretes. Bekerja, kata Ririn, efektif mereduksi pikiran negatif.

    “Dengan bekerja, saya sadar masih memiliki banyak hal indah dalam hidup. Saya jadi punya alasan lebih kuat untuk membahagiakan anak-anak. Saya masih punya banyak teman baik. Kadar kebahagiaan itu kita sendiri yang mengatur,” kata Ririn Ekawati.

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.