Ayah Tak Hadir, Meghan Markle Bacakan Pidato Di Pernikahannya

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pernikahan Pangeran Harry - Meghan Markle/New York Times

    Pernikahan Pangeran Harry - Meghan Markle/New York Times

    TEMPO.CO, Jakarta - Meghan Markle dan Pangeran Harry menggelar resepsi pernikahan di Rumah Frogmore, Inggris, pada Sabtu, 19 Mei 2018.

    Resepsi pernikahan diselenggarakan secara tertutup dalam format jamuan makan malam. Meski begitu, beberapa bagian acara sempat terungkap ke publik. Ini termasuk isi pidato Meghan Markle.

    Baca: Pangeran Harry - Meghan Markle Tunda Bulan Madu

    Meghan Markle menjadi sosok pertama yang menyampaikan pidatonya dalam resepsi pernikahan. Meghan Markle tampil mewakili ayahnya, Thomas Markle. Sang ayah absen karena menjalani perawatan pascaoperasi jantung.

    Ini benar-benar melanggar tradisi. Biasanya, pengantin tidak berpidato. “Tapi, karena Thomas Markle absen, Meghan memutuskan untuk berbicara,” kata Katie Nicholl selaku pakar Kerajaan Inggris kepada Entertainment Tonight, Senin, 21 Mei 2018.

    Meghan Markle mengucapkan terima kasih kepada keluarga Kerajaan Inggris, terutama Pangeran Charles yang mendampinginya ke altar. Meghan Markle juga memuji Pangeran Harry dengan pernyataan romantis.

    Meghan Markle menyebut sang suami sebagai pangeran untuk dia. "Ketika berbicara tentang suaminya, Harry, dia bilang, 'Saya akhirnya menemukan pangeran saya.' Ini sangat romantis dan manis," ujar Katie Nicholl.

    Tidak lupa, Meghan Markle memberikan apresiasi kepada ibunya, Doria Ragland. Meghan Markle terkenang jasa-jasa sang ibu dalam kehidupannya. "Dia berterima kasih kepada ibunya. Ini tidak hanya karena sang ibu hadir pada hari pernikahannya, tapi juga lantaran sang ibu berada di sisinya sepanjang hidup," tutur Katie Nicholl.

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.