Tamu Terharu oleh Ucapan Pangeran Charles di Pernikahan Putranya

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pangeran Charles dan Ratu Elizabeth II. John Stillwell/Pool via Reuters

    Pangeran Charles dan Ratu Elizabeth II. John Stillwell/Pool via Reuters

    TEMPO.CO, Jakarta - Resepsi pernikahan Pangeran Harry dan Meghan Markle digelar di Rumah Frogmore, Inggris, Sabtu, 19 Mei 2018. Resepsi dilangsungkan dalam format jamuan makan malam oleh Pangeran Charles.

    Baca: Ayah Meghan Markle Sakit, Pangeran Charles Gantikan Posisinya

    Resepsi pernikahan Pangeran Harry dan Meghan Markle bernuansa intim. Jumlah tamu undangannya hanya sekitar 600 orang. Kesan hangat semakin terasa ketika Pangeran Charles berpidato untuk sang putra.

    Pangeran Charles bercerita tentang kenangannya bersama Pangeran Harry sejak kecil. Pangeran Charles tersentuh ketika ingat bagaimana Pangeran Harry kini sudah tumbuh dewasa.

    "Sang pangeran menggambarkan betapa menyentuh melihat putra kecilnya sudah siap menempuh hidup baru di satu babak kehidupan. Putra kecil yang masih sering ditiup saat bayi dan mungkin masih memiliki angin dalam dirinya saat ini," demikian penuturan situs The Guardian, Senin, 21 Mei 2018.

    Simak: Meghan Markle Akan Belajar Mengemudi ala James Bond

    Pidato Pangeran Charles soal Pangeran Harry ikut mempengaruhi perasaan tamu undangan. Mereka menangis mendengar pidato tersebut. "Jarang ada orang yang tidak meneteskan air mata saat dia (Pangeran Charles) berbicara sangat hangat tentang Harry tersayang dan pertumbuhannya," ucap The Guardian.

    Selain resepsi pernikahan, Pangeran Charles memegang tugas penting saat prosesi pemberkatan di Kapel St George, Kastil Windsor, pada hari yang sama. Pangeran Charles bertugas menggantikan ayah Meghan Markle untuk mendampingi Meghan menuju altar.

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Fakta Vaksin Nusantara

    Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menuai pro dan kontra.