Ahmad Dhani Sebut Alasan Enggan Bertemu Maia Estianty

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Musisi Ahmad Dhani didampingi putranya Abdul Qodir Jaelani (Dul) sebelum menjalani sidang lanjutan kasus ujaran kebencian di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, 21 Mei 2018. Sidang ini beragenda mendengarkan saksi pelapor Sekertaris Jendral Cyber Indonesia, Jack Boyd Lapian Sekertaris Jendral Cyber Indonesia. TEMPO/Nurdiansah

    Musisi Ahmad Dhani didampingi putranya Abdul Qodir Jaelani (Dul) sebelum menjalani sidang lanjutan kasus ujaran kebencian di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, 21 Mei 2018. Sidang ini beragenda mendengarkan saksi pelapor Sekertaris Jendral Cyber Indonesia, Jack Boyd Lapian Sekertaris Jendral Cyber Indonesia. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Belum lama ini, Ahmad Dhani dan Maia Estianty kompak hadiri acara wisuda putra bungsu mereka, Abdul Qadir Jaelani alias Dul. Foto kebersamaan mereka sempat menjadi sorotan netizen lantaran keduanya jarang terlihat bersama usai bercerai.

    Baca: Ahmad Dhani Menganggap Kehadiran Saksi Bikin Seru Suasana Sidang

    Ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin, 21 Mei 2018, Ahmad Dhani menceritakan pertemuannya dengan Maia Estianty berlangsung biasa saja. Ia malah sebenarnya enggan bersua dengan mantan istrinya tersebut.

    Dul bersama Maia Estianty dan Ahmad Dhani. Instagram

    "Biasa saja (bertemu Maia Estianty). Saya sebenarnya anti banget sama pembela penista agama. Sedangkan Maia adalah pembela penista agama,” ujar Ahmad Dhani.

    Namun, karena Dul Jaelani menginginkan ayah dan ibunya hadir dalam acara wisudanya, Ahmad Dhani pun menyempatkan diri untuk datang. “Tapi demi anak, pembela penista agama dan anti-penista agama bisa bergabung,” kata Ahmad Dhani.

    TABLOIDBINTANG.COM 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi dan Tantangan Jozeph Paul Zhang, Pria yang Mengaku Nabi Ke-26

    Seorang pria mengaku sebagai nabi ke-26 melalui media sosial. Selain mengaku sebagai nabi, dia juga melontarkan tantangan. Dialah Jozeph Paul Zhang.