Sabtu, 21 Juli 2018

Gigi Hadid Menuai Kritik Saat Bersuara Soal Palestina

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gigi Hadid membawakan rancangan terbaru dalam peragaan busana Chanel Cruise 2018/2019 di Paris, 4 Mei 2018. Supermodel berusia 23 tahun mengenakan mantel wol berwarna perak saat melangkah di atas catwalk.Instagram.com/@Celebs_Football

    Gigi Hadid membawakan rancangan terbaru dalam peragaan busana Chanel Cruise 2018/2019 di Paris, 4 Mei 2018. Supermodel berusia 23 tahun mengenakan mantel wol berwarna perak saat melangkah di atas catwalk.Instagram.com/@Celebs_Football

    TEMPO.CO, Jakarta -Model berdarah Palestina, Gigi Hadid menanggapi protes setelah dirinya menunjukkan dukungan terhadap tanah kelahiran ayahnya, Mohamed Hadid.

    Baca: Gigi Hadid Respons Tweet Aktivis yang Kritik Perempuan Berhijab

    Kicauannya di Twitter bermula dari gambar berita yang ia bagikan. Gambar tersebut berisi kabar masyarakat Palestina yang dibunuh pasukan Israel di perbatasan Gaza belum lama ini. Usai mengunggah foto tersebut, Gigi Hadid lanjut menuliskan pernyataan kalau konflik yang terjadi di Palestina selama ini adalah perkara keserakahan. Gigi Hadid menyatakan kalau konflik yang berlangsung antara Israel dan Palestina bukan tentang ras dan agama.

    "Saya pernah katakan sebelumnya dan akan saya ulangi lagi. Bagi saya, ini bukan tentang agama atau satu melawan yang lain, ini tentang keserakahan," cuitannya disertai tanda pagar #FreePalestine #freegaza #coexist.

    Dari cuitannya tersebut ia mendapat kritik beberapa pihak yang menangkap maksud Gigi Hadid menyalahkan bangsa Yahudi di Israel dengan menyebut mereka serakah. Hal tersebut langsung ditanggapi Gigi dengan menyatakan kalau ia tak menyebut kaum yahudi tamak, namun menurut dia siapa pun yang tidak bisa melihat ego mereka sendiri akan memelintir pernyataannya seperti itu.

    Gigi hadid menuturkan siapa pun bisa melihat apa saja dari sudut pandangnya. Namun ia menekankan maksud dari cuitannya tak lebih dari dukungannya terhadap koeksistensi. Ia mengakui kalau dirinya menjalani hidup, Gigi mencintai semua orang tanpa memandang agama atau ras. "Jadi saya akan mengatakan sekali lagi untuk yang terakhir kalinya, saya tidak anti-siapa pun. Saya hanya pro koeksistensi."

    Meski telah memberi penjelasan, jawaban Gigi nyatanya masih memicu perdebatan. Model berusia 23 tahun itu pun kemudian membuat pernyataan tegas untuk menghentikan itu.

    Sayangnya, menurut mantan kekasih Zayn Malik ini, di media sosial apa saja bisa diputarbalikkan. "Media sosial adalah salah satu hal yang paling membuat frustrasi dan memutarbalikkan fakta," kata Gigi. Semua hal menurutnya telah dibaca dengan cara yang salah. Cuitan di twitter, diakui Gigi Hadid sulit untuk dapat menunjukkan kedalaman yang nyata.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bulan Juli Ada Hari Es Krim Nasional di Amerika Serikat

    Tanggal 15 Juli adalah Hari Es Krim Nasional di Amerika Serikat. Ronald Reagan menetapkan bulan Juli sebagai hari minuman yang disukai tua muda itu.