Rabu, 19 September 2018

Ariel Tatum Tertekan Main Teater dengan Senior

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi (ki-ka) Ariel Tatum, Sarwendah, Kezia Warouw, dan Ririn Ekawati saat menghadiri konferensi pers persiapan pementasan Langit 7 Bidadari di Grand Kemang, Jakarta, 17 Mei 2018. TEMPO/Nurdiansah

    Ekspresi (ki-ka) Ariel Tatum, Sarwendah, Kezia Warouw, dan Ririn Ekawati saat menghadiri konferensi pers persiapan pementasan Langit 7 Bidadari di Grand Kemang, Jakarta, 17 Mei 2018. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Berada di antara deretan aktris senior dalam pentas teater memberikan tantangan sekaligus tekanan untuk pemain sinetron Ariel Tatum.

    Gadis 21 tahun ini terpilih menjadi salah satu dari tujuh bidadari dalam pentas Langit 7 Bidadari, yang juga dibintangi oleh Indy Barends, Sophia Latjuba, Ersa Mayori, Ririn Ekawati, Kezia Warouw, dan Sarwendah.

    Baca: Ariel Tatum Menjalani Puasa Ramadan Sambil Latihan Teater

    "Mix feeling, aku excited karena ada orang-orang ini, tapi aku juga sangat tertekan karena jadi paling kecil di sini," ujar Ariel dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis, 17 Mei 2018.

    Pentas yang disutradarai Harry De Fretes ini bercerita tentang Joko yang bertualang mencari cinta. Joko (Samuel Rizal) punya cita-cita ingin seperti Jaka Tarub, sehingga dia mencari pujaan hati ke tempat yang diyakini menjadi tempat bidadari turun dari kayangan. Joko bertemu dengan bidadari, tapi justru mereka yang balik mengagumi negeri tempat Joko hidup.

    Ariel, yang pertama kali aktif di dunia hiburan sebagai bintang iklan, mengaku baru pertama kali berakting di teater. Dalam pementasan yang berlangsung pada 1 Juni 2018 di Theater Garuda-TBTI, Taman Mini Indonesia Indah, tersebut, Ariel Tatum juga akan memperdengarkan kemampuannya di bidang tarik suara. Dia akan menyanyikan lagu berjudul Tembang untuk Negeri Tercinta


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    TGB Muhammad Zainul Majdi dan Divestasi Tambang Emas Newmont

    KPK mengusut aliran dana ke rekening TGB Muhammad Zainul Majdi, Gubernur Nusa Tenggara Barat. Dana itu diduga berkaitan dengan Newmont Nusa Tenggara.