Senin, 17 Desember 2018

Ryan Coogler Ingin Membuat Film Jagoan Perempuan Black Panther

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Salah satu adegan Black Panther

    Salah satu adegan Black Panther

    TEMPO.CO, Jakarta -Sutradara film Black Panther Ryan Coogler berniat membuat sebuah film spin-off "Black Panther" yang fokus pada para wanita dalam film superhero blockbuster.

    Baca: Black Panther Cetak Rekor Box Office Amerika

    Ryan Coogler mengatakan sekuel dari film ini memberi fokus kepada para wanita Wakanda, yang dia rasa sebagai faktor utama dalam kesuksesan film tersebut. Coogler merasa senang jika bisa membuat spin-off wanita dari film yang telah menghasilkan jutaan di box office.

    Saat wawancara di Festival Film Cannes pada Kamis 10 Mei 2018, Coogler berkata: “Ya ampun itu akan luar biasa jika ada kesempatan, mereka melakukannya dalam versi buku komik.

    Black Panther juga terkenal memiliki superhero yang hebat dibelakangnya. “Kami memiliki aktris yang bisa dengan mudah membawa film mereka sendiri. Beberapa dari mereka punya sebelumnya. Kami sangat beruntung. Saya akan menonton film bersama mereka!” Tambah Coogler.

    Dalam Black Panther sosok para perempuan ini dibintangi aktris yang kuat termasuk Lupita Nyong'o, yang berperan sebagai agen rahasia dan T’Challa pemimpin negara Afrika fiktif Wakanda. Lalu turut dibintangi oleh Danai Gurira, sebagai seorang pemimpin prajurit, dan Letitia Wright, adik T'Challa yang sangat jenius.

    Coogler juga menjelaskan salah satu bagian favoritnya dari film ini adalah ketika karakter wanita mengambil alih tanggung jawab setelah T’Challa atau Black Panther terlempar dari tebing ke kematiannya yang nyata. “Saya pikir Anda bisa membantah bahwa wanita lebih penting. Ada seluruh bagian film di mana T’Challa keluar dari film dan Anda hanya mengikuti para wanita, ”katanya.

    MAWARDAH |AISHA| WJLA|VARIETY |EXPRESS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fintech Lending, Marak Pengutang dan Pemberi Utang

    Jumlah lender dan borrower untuk layanan fintech lending secara peer to peer juga terus bertumbuh namun jumlah keduanya belum seimbang.