Horornya Rumah Raditya Dika, Ada Kuntilanak dan Keluarga Hantu

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Raditya Dika. instagram.com

    Raditya Dika. instagram.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Raditya Dika baru saja menikah dengan Anissa Aziza. Banyak yang menanyakan di mana ia dan istri akan menetap mengingat rumah Dika di kawasan Ampera, Jakarta Selatan, berhantu.

    Baca: Anissa Aziza Alami Kejadian Mistis di Rumah Raditya Dika

    “Tidak apa-apa. Kami cueki saja hantunya. Kalau kita cuek, biasanya tidak mengganggu. Hantunya juga bisa menemani istri di rumah,” kata Dika berseloroh.

    Dika bercerita, menjelang resepsi pernikahan, dia menggelar pengajian selama beberapa hari. Hasilnya, gangguan memedi berkurang, meski tak lenyap 100 persen.

    Menurut Raditya Dika, beberapa minggu terakhir, asisten rumah tangganya tertekan. Ia sering menangis setiap malam lantaran depresi diteror hantu. Dari hasil penerawangan orang pintar yang diundang ke rumah Raditya, ada keluarga hantu yang terdiri atas ayah dan tiga anak.Raditya Dika dan Anissa Aziza (IST/TABLOIDBINTANG.COM)

    “Anak-anak ini bermain batu di pekarangan rumah. Di kamar mandi, ada kuntilanak. Saya menanam bambu kuning di kamar mandi. Kata orang, bambu kuning tempat paling nyaman buat kuntilanak. Puncaknya, ketika kami sekeluarga mendengar cewek menjerit jam 2 dinihari,” kata Raditya Dika.

    Daripada sibuk memikirkan hantu, Dika berfokus pada masa depannya bersama istri. Disinggung soal proyeksi rumah tangga, Dika tak punya mimpi muluk. Ia penggemar martabak garis keras. Ia hanya berharap istri bisa meracik martabak sendiri.

    “Ya, saya sudah meminta istri belajar bikin martabak, karena itu menu favorit saya. Ramadan sebentar lagi. Saya berharap dimasakkan dan dibangunkan saat sahur, jadi bisa berpuasa lebih khusyuk,” ujar Raditya Dika semringah.

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.