Senin, 21 Mei 2018

TIFF 2018 Bakal Sorot Karya Koji Yakusho dan Masaaki Yuasa

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Koji Yakusho dan Masaaki Yasa. Karya mereka akan menjadi fokus alam ajang TIFF 2018 (WIKIMEDIA COMMONS)

    Koji Yakusho dan Masaaki Yasa. Karya mereka akan menjadi fokus alam ajang TIFF 2018 (WIKIMEDIA COMMONS)

    TEMPO.CO, Jakarta -Festival Film Internasional Tokyo (TIFF) ke-31 akan menyoroti karya dari aktor Koji Yakusho dan sutradara animasi Masaaki Yuasa di acara tahunan yang digelar dari 25 Oktober hingga 3 November 2018.

    Baca: Fullmetal Alchemist jadi Pembuka TIFF 2017

    Aktor Koji Yakusho sudah 40 tahun berkecimpung di dunia akting dan mendapatkan banyak penghargaan Aktor Terbaik di berbagai festival film internasional, seperti Cure"(1997) di TIFF, Warm Water Under the Red Bridge (2001) di Chicago International Film Festival, Walking My Life (2007) di Film Madrid, The Woodsman and the Rain (2011) di Dubai International Film Festival serta The World of Kanako (2014) di the Sitges Film Festival.

    Dia juga sudah membintangi sejumlah film-film peraih penghargaan, di antaranya The Eel (1997) yang menang Palme d'Or, Eureka (2011) pemenang Cannes Ecumenical Jury, dan Babel (2006) peraih nominasi Film Berbahasa Asing Terbaik Academy Award.

    "Sudah 40 tahun sejak saya mulai tertarik pada akting, untuk orang yang sejak kecil tidak bisa bertahan pada satu hal, adalah keajaiban bisa mengerjakan profesi ini selama empat dekade," kata Koji dalam siaran pers, Rabu.

    "Saya merasa terhormat karena film-film saya ditampilkan di Festival Film Internasional Tokyo. Saya juga berhutang budi pada semua orang yang telah menginspirasi saya selama ini."

    Pada bagian animasi, karya-karya yang akan dipertontonkan adalah milik Masaaki Yuasa yang terlibat di banyak serial animasi terkenal di luar Jepang, seperti Doraemon, Chibi Maruko-chan, dan Crayon Shin-chan.

    Filmnya Lu Over the Wall (2017) menang Cristal Award di Annecy International Animated Film Festival. Pencapaian itu adalah kali pertama dalam 22 tahun sejak film Jepang membawa pulang penghargaan tertinggi di festival Prancis tersebut, mengikuti jejak Hayao Miyazaki dan Isao Takahata.

    Tak berapa lama, film berikutnya Night is Short, Walk On Girl mendapatkan Grand Prize di Ottawa International Animation Film Festival, kemenangan pertama untuk sutradara Negeri Sakura.

    "Saya tidak menyangka nama saya terpampang di festival film internasional yang menayangkan film dari seluruh dunia dan karya saya juga akan diputar secara khusus," kata Masaaki yang merasa bangga sekaligus terkejut. Ia senang karena banyak orang yang belum menonton filmnya nanti bisa punya kesempatan untuk melihatnya. "Saya juga akan menikmati kesempatan melihat lagi karya saya yang terdahulu."


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Tamu Kedutaan Besar Amerika Serikat di Yerusalem

    Donald Trump meresmikan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Yerusalem pada 15 Mei 2018, inilah negara-negara yang menghadiri peresmian tersebut.