Lukman Sardi Tidak Akan Melupakan Peristiwa 1998, Kenapa?

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lukman Sardi, produser film 'Chrisye' saat ditemui di The Hook, Jakarta Selatan, 21 September 2016. TEMPO/Dini Teja

    Lukman Sardi, produser film 'Chrisye' saat ditemui di The Hook, Jakarta Selatan, 21 September 2016. TEMPO/Dini Teja

    TEMPO.CO, Jakarta - Aktor Lukman Sardi menjadi salah satu pengisi acara dalam acara 20 Tahun Reformasi: Kembali ke Rumah Rakyat yang diadakan Tempo di gedung DPR/MPR pada Selasa, 8 Mei 2018.

    Baca: Lukman Sardi Kenang Sosok Amoroso Katamsi dan Deddy Sutomo

    Dalam kesempatan itu, Lukman mengatakan peristiwa yang terjadi pada 1998 merupakan kejadian yang tidak akan ia lupakan. “Saya merasakan bagaimana situasi saat itu,” ucap Lukman sebelum membacakan puisi karya aktivis Widji Thukul berjudul Peringatan

    Lukman berujar, dia merupakan alumnus Trisakti tahun 1994. Tahun 1998, Lukman sempat dihubungi teman-temannya untuk ikut berperan dalam peristiwa para mahasiswa menduduki gedung MPR. Walaupun tidak ikut ke jalan, Lukman mengaku ikut membantu dalam hal logistik.

    Pria berusia 46 tahun tersebut mengatakan tugasnya saat itu adalah berusaha untuk mengumpulkan orang-orang untuk memberikan makanan kepada teman-teman yang berada di Gedung MPR.

    Menurut Lukman, reformasi merupakan hasil yang baik tapi memiliki satu penyesalan yang ia rasakan. “Sungguh saya sesalkan korbannya begitu banyak, tapi hasil yang dicapai reformasi itu sesuatu yang baik,” tutur Lukman.

    Melihat dampaknya, Lukman Sardi berharap kejadian serupa tidak terulang kembali. Alasannya, hal tersebut akan menjadi sejarah yang tidak baik bagi generasi penerus. “Mudah-mudahan ini menjadi pelajaran buat kita ke depan. Sesuatu yang kita usahakan untuk menjadi baik belum tentu harus mengorbankan begitu banyak orang,” katanya.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.