Rabu, 15 Agustus 2018

4 Dokumenter Indonesia Lolos Final Pitching Docs By The Sea

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • 17 proyek film dokumenter pendek dari 5 negara Asia Tenggara terpilih menjadi semi finalis, termasuk 9 proyek dari Indonesia. Dok. Istimewa

    17 proyek film dokumenter pendek dari 5 negara Asia Tenggara terpilih menjadi semi finalis, termasuk 9 proyek dari Indonesia. Dok. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta -Empat judul dokumenter pendek asal Indonesia lolos mengikuti master class, IF/Then Shorts Story Development Lab  yang berlangsung 4 hingga 6 Mei lalu. Bersama enam documenter yang berasal dari beberapa Negara lainnya, mereka berhak lanjut mengikuti proses pengembangan cerita dan workshop tambahan di ajang Docs By The Sea di Bali pada tanggal 2-5 Agustus 2018.

    Baca: Puluhan Film Dokumenter Diputar di Arkipel dan Doc by the Sea

    Empat project film dari Indonesia masing-masing berjudul Diary of Cattle (dari David Darmadi dan Lidia K. Afrilita), Home (Arunaya Gondhowiardjo dan Firman Widyasmara), How Far I’ll Go (Ucu Agustin dan Dian Raisha), dan The Other Half (Wahyu Utami Wati dan Damar Ardi).

    Sedangkan enam judul lainnya yaitu tiga judul berasal dari Filipina yakni Bullet-Laced Dreams (Cha Escala & Kristoffer Brugada), The Legend of The Fish (Venice Atienza) dan Touch the Color (Baby Ruth Villarama dan Carlo Joel Gutierrez). Menyusul selanjutnya, Thailand dengan dua film yaitu Dancing Queen (Watcharee Rattanakree dan Apichon Rattanapayon) dan Swallows Trapped in Twilight (Komtouch Napattaloong dan Nontawat Numbenchapol). Lalu  Malaysia yang diwakili Songbirds of Aceh (Aminda Faradilla dan Jean Chang).

    Program Direktur In-Docs, Amelia Hapsari mengatakan film-film  terpilih akan mendapat dukungan dana untuk proses pembuatan hingga promosi. “Selain dana, film-film itu nantinya akan dipublikasi oleh Tribecca baik di Festival, televisi, bioskop, juga di platform-platform digital mitra Tribecca,” saat di konferensi pers whorkshop IF/Then 3 Mei 2018.

    Pelaksanaan Master class pada 4 -6 Mei lalu diisi oleh 5 mentor kelas dunia dari film documenter di antaranya Mridu Chandra (Director of IF/Then), Aloke Devichand (Al Jazeera), Gary Byung-Seok Kam, John MacFarlane, dan Sebastian Wingkels.

    IF/Then Story Development merupakan program yang digagas Tribecca Film Institute—institusi film utama dari Amerika—untuk mendukung pembuat film dokumenter agar karya mereka dapat dinikmati penonton seluruh dunia. Tahun ini, di ajang IF/Then ada sembilan finalis film dokumenter dari Indonesia yang ikut bersaing.

    Wakil Kepala Bekraf, Ricky Pesik menuturkan 17 finalis IF/Then 2018 terseleksi dari total 110 peserta berasal dari seluruh Asia Tenggara. Program tersebut dibuka sejak Desember 2017 hingga Februari 2018.  Selain itu, puncak program ini akan dipilih empat film yang akan mendapat dukungan pendanaan.

    “Bagi peserta yang belum terpilih nantinya masih bisa mendapat kesempatan memperoleh dukungan lain dari penyandang dana dan distributor yang mengikuti acara Docs By The Sea di Bali,” ujar Ricky kepada Tempo usai konferensi pers berlangsung.

    Bekraf mengharapkan banyak pembuat dokumenter pendek khususnya bias memanfaatkan program ini. Hal tersebut dibenarkan Amelia lantaran menurut dia dana dan distribusi masih menjadi dua dari beberapa tantangan yang dihadapi para pembuat film dokumenter. Menariknya lagi, tahun ini aka nada satu film yang dipilih untuk diproduksi dan didistribusikan Al-Jazeera.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fatwa MUI dan Buah Pikir Ma'ruf Amin, Calon Wakil Jokowi

    Beberapa buah pikiran Ma'ruf Amin, Ketua Majelis Ulama Indonesia pilihan Jokowi untuk menjadi wakilnya, yang mengundang komentar publik.