Operasi Organ Intim, Nikita Mirzani: Lebih Sakit dari Melahirkan

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nikita Mirzani. Tabloidbintang.com

    Nikita Mirzani. Tabloidbintang.com

    TEMPO.CO, Jakarta -Nikita Mirzani melakukan operasi vaginoplasty untuk memperbaiki organ intimnya. Dia juga melakukan mini tummy tuck agar perutnya tidak bergelambir dan menghapus tato. Untuk semua operasi tersebut, Nikita Mirzani menghabiskan uang sekitar Rp 500 juta.

    Baca: Operasi, Nikita Mirzani Puasa Hubungan Intim hingga Lebaran

    Saat ditanya apa yang berbeda setelah jalani operasi, Nikita Mirzani belum merasakan. Namun, Nikita mengaku kesakitan melebihi rasa sakit setelah persalinan.

    "Sakit, jahitan semua. Sakit banget ini, lebih dari ngelahirin sih, vaginoplasty. Udahannya, kalau pas operasinya sih biasa aja karena kan dianastesi tidur, cuma pas udahan anastesinya hilang, dua hari gitu berasa gitu di dalam ada jahitan," cerita Nikita Mirzani saat dijumpai di Trans TV, Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Senin, 7 Mei 2018.NIkita Mirzani melakukan peremajaan Miss V dengan teknik laser. ZAP Beauty Clinic

    Nikita menjelaskan, operasi mini tummy tuck adalah menarik kulit bagian perut agar tidak kendor dan berlipat ke bawah. "Karena kemarin kan mini tummy tuck kan, kulitnya ditarik dibuang, pastinya kan lebih kencang kulitnya," kata Nikita Mirzani.

    Lebih lanjut, Nikita Mirzani mengatakan dari operasi pada 3 Mei 2018 itu, belum terlihat hasilnya. Nikita harus menunggu sebulan apakah organ intimnya kembali seperti perawan.

    "Vaginoplasty itu belum, enggak tahu, belum bisa lihat ke bawah soalnya, hehe. Karena ada tummy tuck-nya. Tapi dokter kan sudah tahu, sudah paham apa yang Niki mau. Sekarang baru tanggal 7, baru 4 hari. Biasanya sebulan atau 3 minggu baru ada perubahan," tutur Nikita Mirzani.

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.