Disebut Ikon Musik Religi, Opick Juga Merasa Jadi Ikon Poligami

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aunur Rofiq Lil Firdaus atau lebih dikenal dengan nama Opick. ANTARA/Teresia May

    Aunur Rofiq Lil Firdaus atau lebih dikenal dengan nama Opick. ANTARA/Teresia May

    TEMPO.CO, Jakarta -Penyanyi lagu religi Aunur Rofiq Lil Firdaus atau Opick kembali merilis album religi kompilasi berjudul Ramadhan Penuh Cinta, bersama Via Vallen, Sandhy Sondoro, Debu, Virgoun dan lain-lain di KFC Kemang, Jakarta Selatan, Jumat, 4 Mei 2018.

    Baca: Ditanya Soal Yulia Mochamad, Opick Merasa Dijebak

    Opick memang rutin mengeluarkan karya lagu untuk menyambut Ramadan. Walhasil, Opick kerap dicap sebagai ikon sekaligus penggerak musik religi.

    "Mas Opick bisa dibilang sebagai Ikon dan lokomotif lagu-lagu religi yang munculnya satu tahun sekali. Karena komit dengan karya musik religi," kata pemandu acara di peluncuran album kompilasi Ramadhan Penuh Cinta.Erwin Gutawa (dua dari kanan) berfoto selfie dengan anaknya dan penyanyi Opick dan Nissa Sabyan dalam peluncuran Album Kompilasi Ramadhan Penuh Cinta di Jakarta, 4 Mei 2018. Menyambut bulan suci Ramadan, JMSI meluncurkan album religi tersebut. TEMPO/Nurdiansah.

    Mendengar ucapan presenter, pelantun Tombo Ati itu pun langsung menimpali dengan candaan. Opick mengatakan, dirinya sudah melekat dengan dua ikon.

    "Ada dua sebetulnya, satunya ikonnya religi satunya ikon poligami," kata Opick disambut tawa wartawan yang mendengar dalam jumpa pers.

    Belakangan Opick santer diberitakan melakukan poligami, menikah lagi tanpa izin istri pertama. Opick diketahui berpoligami saat istri keduanya, Wulan Mayasari meninggal. Pada proses pemakaman Opick mengatakan almarhum Wulan Mayasari adalah sosok istri yang patuh kepadanya.

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.