Syuting Film Sajen, Rachel Amanda Penasaran dengan Aroma Dupa

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rachel Amanda. Tabloidbintang.com

    Rachel Amanda. Tabloidbintang.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Minggu ini, Rachel Amanda meluncurkan film terbarunya yang berjudul Sajen. Dalam film garapan sutradara Hanny R. Saputra itu, gadis 23 tahun itu beradu akting dengan Amanda Manopo dan Angga Yunanda.

    Baca: Sudah Sehat, Rachel Amanda Ikut Komunitas Pejuang Kanker Tiroid

    Rachel bercerita, sebelum menerima tawaran main film Sajen, Rachel Amanda sempat pikir-pikir. Ia memperhatikan konten cerita. Rupanya, Sajen mengusung tema perundungan alias bullying.

    "Saya berperan sebagai Ratu, mahasiswi tahap akhir. Untuk mengerjakan tugas akhir, dia magang di sekolah yang beberapa kali terjadi kasus perundungan. Kebetulan saya anak psikologi betulan," tutur Rachel dalam wawancara empat mata dengan tabloidbintang.com di Jakarta Selatan.

    Cerita dan karakter Ratu itu membuat Rachel bersedia tampil di film bergenre horor tersebut. "Seru, untungnya Ratu tidak ada adegan bertemu hantu. Kalau pun ada hanya sekali," ujar Rachel Amanda.Rachel Amanda. TABLOIDBINTANG.COM

    Satu lagi yang membuat Rachel Amanda tertarik, Ratu salah satu tokoh kunci yang memecahkan konflik di Sajen. Syutingnya pun tidak lama yakni 10 hari dengan lokasi di Jakarta dan Ciawi, Jawa Barat.

    Yang bikin deg-degan, Rachel Amanda mencium aroma dupa di lokasi syuting. Penasaran, ia bertanya mengapa harus ada dupa di lokasi syuting?

    Namun, setelah dia mengecek, rupanya dupa tersebut bukan sajian untuk mengundag makhluk gaib, melainkan dupa aroma terapi.

    "Bukannya takut. Di kehidupan sehari-hari, saya beberapa kali melihat sesaji. Biasanya saat pelesir ke Bali. Namun menurut saya itu bukan hal mistik melainkan bagian dari peribadatan dan budaya Indonesia yang kaya," tutur Rachel Amanda.

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Fakta Vaksin Nusantara

    Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menuai pro dan kontra.