Avengers: Infinity War Pecahkan Rekor Pendapatan Pekan Pertama

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Doctor Strange, Iron Man, Hulk dan Wong , dalam potongan film Avengers: Infinity War. (Marvel Studios via AP)

    Doctor Strange, Iron Man, Hulk dan Wong , dalam potongan film Avengers: Infinity War. (Marvel Studios via AP)

    TEMPO.CO, Jakarta -Film Avengers: Infinity War sukses mencetak sejarah baru. Avengers: Infinity War kini menjadi film dengan pendapatan minggu pertama tertinggi sepanjang masa di kancah global.

    Baca: Avengers: Infinity War, Serasa Bukan Film Avengers

    Avengers: Infinity War telah mengantongi pendapatan 630 juta Dollar (sekitar 8,7 triliun Rupiah) seperti dilaporkan Variety pada Minggu (29/4). Avengers: Infinity War mampu menggeser posisi The Fate of the Furious dalam daftar sama dengan selisih jauh.

    Seri kedelapan kisah Fast and Furious dirilis pada 2017. Saat itu, The Fate of the Furious memperoleh pendapatan minggu pertama sebesar 541 juta Dollar (sekitar 7,5 triliun Rupiah).Spiderman, Iron Man, Drax, Stra Lord, dan Mantis, dalam cuplikan filmAvengers: Infinity War. Para pahlawan super Marvel bersatu untuk mengalahkan Thanos yang mengumpulkan infinity stones, enam batu keabadian yang terbentuk lewat ledakan Big Bang. (Marvel Studios via AP)

    Jika dijabarkan, Avengers: Infinity War juga meraih pendapatan minggu pertama tertinggi di pasar domestik serta internasional. Film gabungan superhero Marvel ini meraup total pendapatan 250 juta Dollar (sekitar 3,4 triliun Rupiah) untuk penayangan di Amerika Serikat dan Kanada.

    Kemudian Avengers: Infinity War mengumpulkan total pendapatan 380 juta Dollar (sekitar 5,2 triliun Rupiah) dalam penayangan di 52 negara. Ini termasuk Indonesia.

    Pendapatan Avengers: Infinity War diprediksi akan terus bertambah. Pasalnya, film ini baru tayang di Cina pada 11 Mei 2018. Mampukah Avengers: Infinity War mencetak rekor baru? Mari kita tunggu saja!

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sel Dendritik dan Vaksin Nusantara Bisa Disuntik Berulang-ulang Seumur Hidup

    Ahli Patologi Klinik Universitas Sebelas Maret menjelaskan proses pembuatan vaksin dari sel dendritik. Namun, vaksin bisa diulang seumur hidup.