Sabtu, 20 Oktober 2018

Pengabdi Setan Jadi Film Terbaik Festival Film Horor di AS

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengabdi Setan menduduki posisi pertama film Indonesia terlaris 2017 dengan 4,2 juta penonton.  Pengabdi Setan yang merupakan daur ulang dari film tahun 1980, mendapatkan pendapatan kotor 147 miliar rupiah. instagram.com

    Pengabdi Setan menduduki posisi pertama film Indonesia terlaris 2017 dengan 4,2 juta penonton. Pengabdi Setan yang merupakan daur ulang dari film tahun 1980, mendapatkan pendapatan kotor 147 miliar rupiah. instagram.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Film Pengabdi Setan kembali mengharumkan nama Indonesia di mancanegara. Film garapan sutradara Joko Anwar ini berhasil membawa pulang piala dari salah satu festival film horor bergengsi di Amerika Serikat. “Pengabdi Setan menang film terbaik di Overlook Film Festival,” kata Joko dalam akun Twitter-nya, Kamis, 26 April 2018.

    Baca: Pengabdi Setan Diputar di Belanda, Heboh

    Keberhasilan film Pengabdi Setan tersebut tentu saja membuat Joko bangga. Apalagi film yang dibintangi aktor Tara Basro itu dapat mengalahkan puluhan film panjang lain yang terdaftar dalam festival tersebut, seperti Hereditary, Don’t Leave Home, dan Upgrade.

    Cuitan Joko Anwar tentang kemenangan Pengabdi Setan di Overlook Film Festival 2018. Twitter

    Film Pengabdi Setan tayang di layar lebar Indonesia pada 28 September 2017. Film ini sukses menjadi film terlaris sepanjang masa, mengalahkan film-film horor lain, seperti Danur, Jailangkung, dan The Doll 2.

    Meraih lebih dari 4 juta penonton di Tanah Air, film ini juga banyak ditonton di negara-negara lain, seperti Malaysia dan Hong Kong. Pengabdi Setan juga akan ditayangkan di Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Australia, Selandia Baru, Jerman, Austria, Swiss, Polandia, Jepang, dan Taiwan dengan judul Satan’s Slave.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Misteri Kematian 10 Penentang Presiden Rusia Vladimir Putin

    Inilah 10 orang yang melontarkan kritik kepada Presiden Vladimir Putin, penguasa Rusia. Berkaitan atau tidak, mereka kemudian meregang nyawa.