Chicco Jerikho Ikut London Marathon Kampanye Konservasi Alam

Reporter:
Editor:

Rezki Alvionitasari

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Artis Chicco Jerikho (tengah) bersama Bupati Lombok Barat Fauzan Khalid (kanan) menyosialisasikan Mekaki Marathon 2017 di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, 2 April 2017. TEMPO/Aditya

    Artis Chicco Jerikho (tengah) bersama Bupati Lombok Barat Fauzan Khalid (kanan) menyosialisasikan Mekaki Marathon 2017 di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, 2 April 2017. TEMPO/Aditya

    TEMPO.CO, London - Sebanyak 39 pelari marathon Indonesia berpartisipasi pada ajang marathon bergengsi dunia, London Marathon 2018 yang berlangsung di London, Inggris, Minggu, 22 April 2018. Salah satunya Chicco Jerikho, pemain film yang tengah naik daun.

    London Marathon diikuti lebih dari 40 ribu pelari dari berbagai belahan dunia dengan menempuh jarak 42 kilometer. "Para pelari melalui berbagai obyek wisata dan ikon kota London seperti London Bridge dan Istana Buckingham," kata Minister Counsellor Media dan Sosial-Budaya KBRI London, Thomas Siregar, kepada Antara London, Senin, 23 April 2018.

    Menurut Thomas, Chicco Jerikho begitu bersemangat saat melalui garis finish bersama pelari lainnya. Suhu kota London saat itu tercatat 24.1 derajat Celcius, terpanas sepanjang sejarah penyelenggaraan London Marathon yang telah berlangsung sejak tahun 1981.

    Chicco Jerikho mengikuti acara London Marathon 2018 sambil menyuarakan konservasi dan membantu pelestarian Gajah Sumatera.

    Dalam London Marathon yang juga diikuti para pelari profesional seperti Mo Farah dan masyarakat Inggris serta pelari yang berasal dari berbagai negara itu, Chicco didukung oleh Organisasi WWF. Kegiatannya juga untuk melakukan penggalangan dana bagi pelestarian gajah.

    Artis berdarah Thailand itu berdoa sebelum mengikuti London Marathon karena merasa gugup. London Marathon merupakan marathon pertama yang diikutinya.

    Sebuah karangan bunga atas nama KBRI London diserahkan Thomas kepada Chicco sebagai perwakilan dari seluruh pelari Indonesia yang ikut mengharumkan nama Indonesia di kancah lomba lari tingkat dunia tersebut.

    London Marathon 2018 kali ini dirasakan sangat istimewa karena diikuti Sir Mo Farah, atlet marathon Inggris yang telah empat kali menjuarai lomba marathon Olimpiade.

    Perasaan istimewa juga dirasakan Yuli Rianastasia, pelari wanita Indonesia berusia 57 tahun yang berhasil menyelesaikan lomba lari tersebut dalam waktu 6 jam 20 menit. Dia telah mengikuti 20 kali lomba lari tingkat dunia. Yuli merasa bangga dapat mengikuti London Marathon 2018 yang banyak diikuti oleh para pelari yang usianya jauh lebih muda darinya.

    ANTARA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto