Jumat, 20 Juli 2018

Perbedaan Karma dengan Secret of Number yang Tayang di Thailand

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Roy Kiyoshi dan Robby Purba saat ditemui di BSC Studio, Cawang, Jakarta Timur, Kamis, 12 April 2018. (Tempo/Ammy Hetharia)

    Roy Kiyoshi dan Robby Purba saat ditemui di BSC Studio, Cawang, Jakarta Timur, Kamis, 12 April 2018. (Tempo/Ammy Hetharia)

    TEMPO.CO, Jakarta -Program acara Karma yang tayang di ANTEV merupakan hasil adaptasi program serupa dari Thailand berjudul Secret of Number. Meskipun serupa, Roy Kiyoshi menjelaskan, Karma tidak serta merta meniru acara tersebut.

    Baca: Karma Berkibar di ANTV, Ingin Jadi Partisipan? Simak Caranya

    Menurut Roy, perbedaan antara Karma dan Secret of Number adalah Karma harus beradaptasi dengan lingkungan dan budaya di Indonesia.

    "Ketika berbicara konten dan konsepnya yang dibawa kemasannya itu, kita menyesuaikan dengan mayoritas warga negara Indonesia,” kata Roy saat ditemui di BSC Studio, Cawang,Jakarta Timur, Kamis, 12 April 2018.

    Roy Kiyoshi memberi contoh, masyarakat Thailand yang mayoritas penganut agama Budha percaya dengan reinkarnasi. Namun kepercayaan tersebut tidak banyak dianut oleh masyarakat Indonesia.Roy Kiyoshi disela-sela syuting Karma di BSC Studio, Cawang, Jakarta Timur, Kamis,12 April 2018 (Tempo/Ammy Hetharia)

    Karena itu, kata Roy, ketika acara tersebut dibawa ke Indonesia, program ini mengalami perubahan sesuai dengan apa yang terjadi di Tanah Air seperti kepercayaan dan budaya.

    Roy Kiyoshi tidak menemukan kesulitan dalam penggarapan Karma. “Semuanya aman cuma memang  adaptasi,” kata Roy.

    Walaupun secara konten berbeda, Roy Kiyoshi mengatakan layout Karma tetap mengikuti program Thailand tersebut. “Tapi ketika berbicara konten dan konsepnya yang dibawa kemasannya itu kita menyesuaikan dengan mayoritas warga negara Indonesia,” kata Roy.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anggota Tim Sukses Sudirman Said Dituduh Membawa Uang Narkotik

    Ian Lubis, anggota tim sukses calon gubernur Jawa Tengah Sudirman Said, disergap polisi dengan tuduhan membawa uang narkotik senilai Rp 4,5 miliar.