Rabu, 19 Desember 2018

Robby Purba Lega Episode Karma Ini Tak Lulus Sensor

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Roy Kiyoshi dan Robby Purba saat ditemui di BSC Studio, Cawang, Jakarta Timur, Kamis, 12 April 2018. (Tempo/Ammy Hetharia)

    Roy Kiyoshi dan Robby Purba saat ditemui di BSC Studio, Cawang, Jakarta Timur, Kamis, 12 April 2018. (Tempo/Ammy Hetharia)

    TEMPO.CO, Jakarta -Robby Purba merasa lega karena salah satu episode Karma yang dipandunya bersama Roy Kiyoshi tidak bisa ditayangkan di ANTV karena tidak lulus sensor.  Menurut dia, di episode tersebut dia tergoda bermain jelangkung.

    Baca: Di Acara Karma, Robby Purba Harus Berdiri Hampir 12 Jam

    “Jadi waktu itu menantang, jadi aku itu tertarik sama jelangkung,” kata Robby saat ditemui di BSC Studio, Cawang, Jakarta Timur, Kamis, 12 April 2018.

    Robby mengaku saat memandu Karma episode tersebut, ia melihat sebuah benda seperti dalam film jelangkung. Melihat benda tersebut, pria berusia 31 tahun itu penasaran ingin mencoba main jelangkung. Menggunakan mantra yang ia ketahui lewat film, Robby akhirnya bermain jelangkung pada saat syuting Karma.

    Sesudah kejadian itu, Robby mengaku diteror oleh sosok jelangkung selama dua hari berturut-turut. “Tiap malam aku engga bisa tidur, kayak ada sosok jelangkung gede banget di depan aku,” kata Robby.

    Pria kelahiran 25 Juli itu bercerita, pintu kamar mandinya bergeser sendiri dan terdengar suara dari sana. Robby mengira suara tersebut merupakan suara kucing miliknya. Namun ketika membuka mata, ia melihat sosok bertangan panjang dan besar.Roy Kiyoshi dan Robby Purba saat ditemui di BSC Studio, Cawang, Jakarta Timur, Kamis, 12 April 2018. (Tempo/Ammy Hetharia)

    Saat menceritakan kejadian tersebut kepada Tempo, Robby memastikan bahwa saat itu dirinya tidak sedang melamun. Hal ini dikarenakan, ketika hal itu terjadi dirinya yang sedang tidur langsung terbangun dan melihat bayangan jelangkung besar tersebut.

    Kejadian itu bahkan memaksa Robby tinggal di rumah kerabatnya untuk sementara waktu. Untuk menghilangkan teror tersebut, Robby mengaku meminta maaf kepada dirinya sendiri dan siapapun yang merasa diganggu.

    “Aku ngomong sendiri aja, gua minta maag kalau emang ngeganggu kemarin tapi memang engga ada niat seperti itu,” kata pria asal Bandar Lampung tersebut.

    Mengalami kejadian tidak enak, Robby lega episode tersebut tidak lulus sensor dan tidak ditayangkan ke publik. “Kalau ditayangin kan pasti seperti mengajarkan orang ya, dan untungnya engga lulus sensor juga,” kata Robby.

    Robby Purba takut orang lain akan merasakan apa yang dirasakannya. Selain itu, ia juga memikirkan dampak yang terjadi pada dirinya bila episode tersebut ditayangkan. (*)

    Lihat juga video webseries: Cita-cita 'Tak Jelas' Pendiri Anomali Coffee yang Sukses Bikin 11 Kafe

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Baru OK Otrip, Jak Lingko Beroperasi 1 Oktober 2018

    Pemerintah DKI Jakarta meluncurkan transportasi massal terintegrasi, Jak Lingko pada 1 Oktober 2018. Jak Lingko adalah rebranding OK Otrip.