Jumat, 20 Juli 2018

Pianis Cilik Jefri Setiawan Siap Pecahkan Rekor Dunia di Berlin

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pianis Cilik Jefri Setiawan (mengenakan batik putih). TEMPO/INDRI MAULAIDAR

    Pianis Cilik Jefri Setiawan (mengenakan batik putih). TEMPO/INDRI MAULAIDAR

    TEMPO.CO, Jakarta -Pianis cilik asal Kendal, Jawa Tengah, Jefri Setiawan bersiap memecahkan rekor dunia untuk memainkan piano dengan mata tertutup. Bocah 12 tahun ini akan berangkat ke Berlin, Jerman, pada Juni mendatang untuk dinilai tim Guinness World Record karena keahlian uniknya itu.

    Kepada Tempo, Jefri mengatakan telah bermain piano sejak usia enam tahun secara otodidak lewat internet. Jenis musik yang dipelajarinya adalah jazz, pop, dan juga musik klasik.

    Namun baru sejak 2016, pianiis bernama lengkap Ananda Jefri Setiawan ini mengasah keahlian bermain piano dengan menutup matanya dengan kain hitam. “Ternyata tidak sulit karena sudah hafal note-nya,” kata Jefri di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat, Senin, 16 April 2017.

    Di Gedung Dewan, Jefri menemui Wakil Ketua DPR Utut Adianto untuk meminta dukungan keberangkatannya ke Berlin. Keahlian unik Jefri ini sebelumnya sudah dipamerkan di depan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Bupati Kendal Mirna Annisa, dan Wakil Ketua MPR Zulkifli Hasan, serta memecahkan rekor MURI.

    Pada 2017, anak kelahiran 2 Maret 2006 ini juga pernah tampil di Malaysia dan Singapura. Ia sanggup bermain piano berjam-jam lamanya dengan membawakan lagu-lagu nasional dan lagu klasik macam Canon in D Major milik Johan Pachelbel.Pianis Cilik Jefri Setiawan menemui Wakil Ketua DPR Utut Adianto untuk meminta dukungan keberangkatannya ke Berlin. (TEMPO/INDRI MAULIDAR)

    Prodigi seperti Jefri tidak lahir dari keluarga berkecukupan seperti banyak jenius musik lainnya. Ayah Jefri, Joko Manis, adalah pedagang air minum isu ulang. Jefri tinggal di Desa Bugangin, Kendal, bersama ayah dan ibu, serta dua adik laki-laki. Ia sekolah di SD Ananda Universal Patebo.

    Jefri bahkan tak memiliki piano sendiri sejak kecil atau bahkan dilatih profesional. Ia berlatih otodidak menggunakan keyboard milik tetangga. Baru sejak berusia sembilan tahun, penyuka pelajaran Matematika dan Bahasa Inggris ini berguru ke Peter Purnomo, pemilik Purnomo Musik Semarang.

    “Keluarganya tidak ada satupun yang musisi. Saya tidak tahu dia bagaimana bisa menyukai piano. Dia belajar sendiri lewat internet,” kata Joko Manis, ayah Jefri.

    Di Berlin, untuk memecahkan rekor dunia dengan bermain piano menutupi mata, Jefri akan membawakan 120 lagu berbagai aliran selama tiga jam. Sebanyak 10 lagu di antaranya adalah gubahannya sendiri.

    Proses keberangkatan Jefri Setiawan juga sudah disiapkan. “Aku berangkat sendiri ke Jerman. Tidak ditemani ayah, tapi ditemani orang Guinnes World Record perwakilan Asia Tenggara,” kata anak berkacamata ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anggota Tim Sukses Sudirman Said Dituduh Membawa Uang Narkotik

    Ian Lubis, anggota tim sukses calon gubernur Jawa Tengah Sudirman Said, disergap polisi dengan tuduhan membawa uang narkotik senilai Rp 4,5 miliar.