Jadi Wakil Walikota Palu, Berat Badan Pasha Ungu Naik 10 Kilo

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Wali Kota Palu Sigit Purnomo Said (Pasha Ungu) menerima demonstrasi masyarakat di kelurahan Panau, Kecamatan Tawaeli. Senin, 22 Januari 2018 (Dok. Pribadi)

    Wakil Wali Kota Palu Sigit Purnomo Said (Pasha Ungu) menerima demonstrasi masyarakat di kelurahan Panau, Kecamatan Tawaeli. Senin, 22 Januari 2018 (Dok. Pribadi)

    TEMPO.CO, Jakarta -Menjabat sebagai Wakil Walikota Palu, tidak membuat Sigit Purnomo atau Pasha berhenti bernyanyi bersama. Pasha Ungu menyempatkan diri tampil bersama Ungu dalam sebuah acara di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta Selatan, Sabtu, 14 April 2018.

    Baca: Tampil Beda, Pasha: Tak Salahi Aturan, Pelayanan Tetap Berjalan

    Penampilan Pasha Ungu pun mendapat perhatian. Terutama bentuk tubuhnya yang terlihat lebih gemuk. Saat ditanya soal perubahan fisiknya, Pasha tidak menampik.

    "Setelah dilantik (Wakil Walikota Palu) itu naik 7 kg sampai 10 kg, malah dulu saya 62 sekarang mungkin 70 atau 72," ungkap Pasha Ungu di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta Selatan, Sabtu, 14 April 2018.Pasha Ungu. TEMPO/Nurdiansah

    Pasha Ungu mengaku badannya bertambah gemuk lantaran dekat dengan masyarakat Palu. Jadi setiap ada acara selalu diberi makan banyak. "Iya nih kalau di pemerintahan dekat dengan masyarakat ada saja, setiap hari masyarakat Palu luar biasa penerimaannya, selalu makan," kata pria kelahiran tahun 1979 tersebut.

    Lantas apa tanggapan istri setelah melihat Pasha Ungu kini sudah mulai gemuk? "Enggak, istri saya mah suka. Yang penting jangan berlebihan perutnya, ini masih oke lah. Kalau saya sih enggak terlalu sulit ngurusin badan sama naikin berat badan, cuma memang bengkaknya di sini di perut," kata Pasha Ungu.

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.