Umi Pipik Tanggapi Puisi Sukmawati Soekarnoputri dengan Puisi

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penampilan Pipik Dian Irawati atau Umi Pipik dengan jilbab dan cadar. Dikutip dari Tabloidbintang, usai memutuskan untuk mengenakan cadar, Umi Pipik sudah siap kehilangan segala hal yang sebelumnya ia cita-citakan. Tabloidbintang.com

    Penampilan Pipik Dian Irawati atau Umi Pipik dengan jilbab dan cadar. Dikutip dari Tabloidbintang, usai memutuskan untuk mengenakan cadar, Umi Pipik sudah siap kehilangan segala hal yang sebelumnya ia cita-citakan. Tabloidbintang.com

    TEMPO.CO, Jakarta -Puisi Ibu Indonesia buatan Sukmawati Soekarnoputri saat ini ramai diperbincangkan. Puisi yang dibacakan dalam acara fashion show Anne Avantie pekan lalu ini menimbulkan kontra karena oleh sebagian orang dianggap mengandung unsur SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan).

    Umi Pipik, tidak ketinggalan ikut menyampaikan suaranya. Lewat unggahan Instagramnya, Umi Pipik menuliskan kalimat seperti puisi tentang kemuliaan wanita dalam Islam dengan syariat-syariatnya.

    Baca: Jane Shalimar Menyayangkan Puisi Buatan Sukmawati Soekarnoputri

    "Jangan kau hina syariat Islam jika memang kau tidak mau melakukannya. Jangan kau hina suara adzan jika kau tidak mengenal Tuhan. Wahai penguasa-penguasa dunia yang kepanikan dan tak punya resah dalam syarianya #maafbuakutakmengenalmu," isi kalimat di gambar yang diunggah Umi Pipik, Selasa, 3 April 2018.

    Di unggahannya itu, Umi Pipik menuliskan keterangan berupa puisi yang isinya tak lain tentang pikiran Umi Pipik seputar syariat Islam. Di puisinya itu, Umi Pipik juga mendokan agar Sukmawati Seokarnoputri mendapatkan hidayah untuk memahami syariat Islam.

    "Wahai ibu...
    Aku tidak mengenalmu.
    Yang kukenal hanya sosok umahatul mukminin khadijah RA, yang sudah berkorban harta, kemuliaan diri untuk agama Allah untuk umat.

    Wahai ibu...
    Aku tidak mengenalmu.
    Tetapi aku menghargaimu, karena Tuhanku yang menciptakanku dan menciptakanmu telah menitipkan surga di bawah kakimu...
    Apakah saat kau berdiri kau masih teringat surga di bawah telapak kakimu?

    Wahai ibu...
    Aku tidak mengenalmu.
    Tapi ingatkah kau bahwa Rasulku dan Rasulmu telah memuliakanmu ,saat kau berdiri membacakan puisimu yang menghina syariat Islamku, apakah kau ingat sepenggal kalimat dari Rasulmu " siapakah yang harus aku hormati ? Dan 3 kali disebutkan IBUMU... IBUMU... IBUMU... lalu kenapa kau sendiri hancurkan kemuliaan itu bahkan kemuliaan para ibu-ibu di luar sana yang berusaha terus dengan kesusahpayahan menjaga syariat-Nya??? Sadarkah kau wahai ibu??

    Wahai ibu...
    Aku tidak mengenalmu..,
    Tetapi aku satu di antara jutaan wanita yg marah dgn puisimu..
    Jauh lebih baik telingaku dan telinga saudara2 muslimku Allah tulikan sehingga aku dan mereka tidak perlu mendengar puisimu yg sangat melukai perasaan kami ,..

    Wahai ibu...
    Aku tidak mengenalmu...
    Tapi apakah kau masih ingat saat kau lahir di dunia ini dalam rahim ibumu dan ayahmu mengadzankanmu? Apakah suara ayahmu untuk mengenalkan Tuhan pada dirimu tidak cukup merdu di telingamu wahai ibu... tahukah kau bahwa adzan adalah panggilan illahi untuk pengingat diri bahwa bumi yang kau dan aku pijak belum berhenti

    Wahai ibu...
    Aku tidak mengenalmu,
    Tapi tolong jangan hina pakaianku pakaian saudaraku karena akupun tidak pernah menghina pakaianmu...
    Pakaianku dan pakaian saudara-saudaraku dalam syariat Islam yang tidak kau kenal, hanyalah sebuah ketaatanku kepada Tuhanku... atas rasa syukurku kepada penciptaku... dan ini pilihanku pilihan saudara-saudaraku...

    Wahai ibu...
    Aku tidak mengenalmu,
    Tetapi aku ingin mendoakanmu, semoga Tuhanku yang menciptakanku dan menciptakanmu memberikan hidayah kepadamu sebelum tutup usiamu...

    Salam #maafibuakutidakmengenalmu," tulis Umi Pipik di sebagai caption unggahannya.

    Dengan unggahannya itu, Umi Pipik mendapat dukungan banyak netizen. Sebagian besar sepakat dengan isi puisi yang ditulis Umi Pipik. Beberapa yang lain memuji Umi Pipik dan sepakat mendoakan agar Sukmawati Soekarnoputri bisa memahami dan menjalankan syariat Islam.

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.