Rabu, 19 September 2018

Pengacara Roro Fitria Mundur, Keluarga Lakukan Tindak Lanjut

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Akris Roro Fitria setelah melakukan pemeriksaan di Gedung Direktorat Reserse Narkoba, Polda Metro Jaya, Jakarta, 17 Februari 2018 dini hari. Roro ditangkap pada 14 Februari 2017 atas terkait kasus narkoba jenis sabu. Tempo/Fakhri Hermansyah

    Akris Roro Fitria setelah melakukan pemeriksaan di Gedung Direktorat Reserse Narkoba, Polda Metro Jaya, Jakarta, 17 Februari 2018 dini hari. Roro ditangkap pada 14 Februari 2017 atas terkait kasus narkoba jenis sabu. Tempo/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Roro Fitria berurusan dengan hukum karena dugaan kepemilikan narkoba jenis sabu seberat 2,4 gram. Setelah ditangkap dan ditahan kepolisian, muncul sejumlah isu tak sedap terkait dengan Roro Fitria. Mulai isu bangkrut, mobil mewah yang ternyata hanya sewaan, hingga kabar sumbang lain tentangnya.

    Baca: Roro Fitria Ditinggal Seluruh Pengacaranya, Ada Apa?

    Ditanyai soal gosip yang terus bermunculan, keluarga Roro Fitria mengaku sudah kebal. "Ya, kami sudah (kebal), sudah risiko, apalagi Roro kan public figure. Mau ngomong apa juga kami enggak mau ambil pusing," kata Raymond Martin, sepupu Roro Fitria, melalui sambungan telepon, Rabu, 14 Maret 2018.

    Raymond mengungkapkan, saat baru ditangkap, Roro Fitria dan keluarga sempat syok dan tertekan. Namun seiring berjalannya waktu mereka mulai menerima kenyataan.

    "Ibunya Roro sempat terguncang kemarin. Cuma sudah agak tenang sekarang. Kami lagi urus dan follow up masalah pidananya biar cepat selesai," ucap Raymond.

    Roro Fitria ditangkap polisi karena kepemilikan narkoba. Ia ditangkap di kediamannya di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Rabu, 14 Februari lalu.

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    TGB Muhammad Zainul Majdi dan Divestasi Tambang Emas Newmont

    KPK mengusut aliran dana ke rekening TGB Muhammad Zainul Majdi, Gubernur Nusa Tenggara Barat. Dana itu diduga berkaitan dengan Newmont Nusa Tenggara.