Kamis, 21 Juni 2018

Hanung Bramantyo: Tak Ada Pornografi di Benyamin Biang Kerok

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hanung Bramantyo pada konferensi pers peluncuran teaser film Benyamin: Biang Kerok.

    Hanung Bramantyo pada konferensi pers peluncuran teaser film Benyamin: Biang Kerok.

    TEMPO.CO, Jakarta -Film Benyamin Biang Kerok dikritik oleh Perkumpulan Betawi Kita karena dianggap menggabaikan pesan keluarga besar Benyamin Sueb. Salah satunya adalah dengan menampilkan rokok, pusar, dan minuman keras di film.

    Baca: Perkumpulan Betawi Kita Kritik Keras Film Benyamin Biang Kerok

    Terkait kritik tersebut, sutradara hanung Bramantyo menegaskan keluarga Benyamin Sueb hanya berpesan agar film Benyamin Biang Kerok tidak menampilkan adegan pornografi.

    “Pesan ke saya (dari keluarga Benyamin Sueb) tidak boleh ada pornografi dan di film itu memang tidak ada,” ujar Hanung saat dihubungi Tempo, Senin, 12 Maret 2018.

    Hanung mengatakan apabila di dalam film Benyamin Biang Kerok menampilkan perempuan dengan penampilan seksi, rokok, dan minuman keras, itu masuk dalam golongan penjahat. Rokok dan minuman keras, kata dia, ia tampilkan ketika adegan para penjahat digerebek polisi. “Jadi di sini tokoh Benyamin jutru membasmi yang begituan,” kata Hanung.

    Selain itu, karakter Pengki di dalam film tersebut juga jauh dari interaksi perempuan seksi, minuman keras dan rokok. Hanung menjelaskan adegan kasino ilegal hanya berdurasi lima menit pertama film diputar. Para pemain dan sutradara Benyamin: Biang Kerok saat peluncuran teaser.

    Sebagaimana suasana kasino, menurutnya pasti ada narkoba, perempuan seksi, namun Hanung merasa masih menampilkannya dengan sopan. Bahkan tidak seksi untuk ukuruan klab malam. Tapi pada akhirnya, klab malam tersebut digrebek polisi.

    Hanung mengatakan adegan tersebut masih sesuai dengan visi keluarga bahwa Benyamin bersih dari hal-hal negatif.

    Hanung menjelaskan pornografi menurut kamus Besar Bahasa Indonesia merupakan tayangan berbetuk fotografi ataupun film yang dengan sengaja membuat terangsang secara berahi sehingga memicu melakukan hubungan seks. Menurutnya, dalam film tersebut tidak ada adegan seperti itu.

    Untuk narkoba, Hanung menegaskan  tidak ada adegan di film Benyamin Biang Kerok yang memperlihatkan karakter Pengki sengaja menggunakan barang haram itu untuk bersenang-senang, sehingga penonton merasa terstimulasi untuk meniru menggunakan benda tersebut.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Hadiah Juara Piala Dunia Terus Melonjak

    Sejak digelar pada 1982, hadiah uang tunai untuk tim pemenang Piala Dunia terus meningkat. Berikut jumlah duit yang diterima para jawara global ini.