Karpet Merah Oscar 2018 Diwarnai Simbol Melawan Pelecehan Seksual

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah orang melihat patung Produser Harvey Weinstein, memegang piala Oscar Palsu saat dipamerkan di Hollywood Boulevard, dekat lokasi Academy Awards ke-90 di Dolby Theatre, Hollywood, Los Angeles, 2 Maret 2018. AP

    Sejumlah orang melihat patung Produser Harvey Weinstein, memegang piala Oscar Palsu saat dipamerkan di Hollywood Boulevard, dekat lokasi Academy Awards ke-90 di Dolby Theatre, Hollywood, Los Angeles, 2 Maret 2018. AP

    TEMPO.CO, Los Angeles - Sejumlah aktor, aktris, dan tamu undangan lain mulai memadati karpet merah Academy Awards 2018, alias Oscar 2018, yang diselenggarakan di Los Angeles, Amerika Serikat.

    Beberapa aktor dan aktris ternama yang sudah berdatangan adalah Patrick Stewart, Salma Hayek, Daniel Kaluuya, dan Helen Mirren. Kaluuya dinominasikan di kategori Aktor Utama Terbaik berkat perannya sebagai Chris Washington dalam film Get Out.

    Richard Jenkins, yang bermain dalam film The Shape of Water dan menjadi nomine dalam kategori Aktor Pendukung Terbaik, juga telah hadir. Dia terlihat mengenakan pin bertuliskan “Time's Up”, sama seperti yang dikenakan oleh Stewart.

    Pin tersebut menjadi simbol dukungan industri film internasional terhadap para korban pelecehan seksual yang mengguncang industri tersebut sejak tahun lalu. Setelah banyak aktris yang mengungkapkan bahwa produser ternama Harvey Weinstein sering melakukan pelecehan seksual, semakin banyak skandal yang terungkap.

    Oscar 2018 digelar di Dolby Theater, Los Angeles, California, pada Minggu, 4 Maret 2018, waktu setempat atau Senin pagi, 5 Maret 2018. Jimmy Kimmel kembali menjadi pembawa acara, setelah tahun lalu mengemban tugas yang sama.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    QAnon dan Proud Boys, Kelompok Ekstremis Sayap Kanan Pendukung Donald Trump

    QAnon dan Proud Boys disebut melakukan berbagai tindakan kontroversial saat memberi dukungan kepada Donald Trump, seperti kekerasan dan misinformasi.