Minggu, 27 Mei 2018

Imlek 2018, Tina Toon Tunggu Angpao dan Masakan Nenek

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Artis Tina Toonita yang biasanya merayakan Imlek bersama keluarga besarnya, tahun ini terpaksa hanya merayakan dengan Oma dan adiknya. Karena banjir melanda Jakarta dan Pantura membuatnya tidak bisa berkumpul dengan keluarga lainnya termasuk orang tuanya yang tinggal di Subang. TEMPO/Jacky Rachmansyah

    Artis Tina Toonita yang biasanya merayakan Imlek bersama keluarga besarnya, tahun ini terpaksa hanya merayakan dengan Oma dan adiknya. Karena banjir melanda Jakarta dan Pantura membuatnya tidak bisa berkumpul dengan keluarga lainnya termasuk orang tuanya yang tinggal di Subang. TEMPO/Jacky Rachmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyanyi Tina Toon mengatakan memiliki beberapa tradisi yang selalu dilakukan pada saat Imlek. Salah satunya larangan menyapu.

    Baca: Angpao Imlek Selalu Dinanti, Apa Maknanya dan Mengapa Merah?

    Larangan menyapu saat Imlek ternyata memiliki makna tersendiri. "Supaya rezekinya tidak ikut tersapu," ujar Tina saat dihubungi Tempo, Senin, 12 Februari 2018.

    Tradisi lainnya adalah mengenakan pakaian berwarna merah, yang memiliki makna bahagia dan meriah.

    Namun momen yang paling ditunggu Tina saat Imlek adalah pemberian angpao. “Karena belum menikah, jadi dapat angpao dari yang sudah menikah,” tuturnya.

    Selain itu, Tina menanti masakan neneknya yang biasanya memasak makanan yang melambangkan rezeki. “Biasanya, sih, masak ikan gitu,” ucapnya.

    Tina Toon. TEMPO/Jacky Rachmansyah

    Selain ikan, lapis legit, buah-buahan, kue kering, dan kue keranjang juga menjadi menu makanan yang biasa disajikan keluarga Tina saat Imlek.

    Merayakan Imlek setiap tahun, Tina merasa perayaan tersebut hanya sebuah tradisi. “Jadi enggak kayak harus ada ritual apa gitu,” katanya.

    Rencananya, untuk malam Imlek 2018, Tina Toon akan mengisi acara di salah satu hotel di wilayah Kemayoran, Jakarta Pusat. “Nanti keluarga juga datang ke sana, terus tanggal 16 pada makan-makan di rumah, kemudian jalan-jalan,” ujarnya.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Dua Pendaki Mahasiswi Univesitas Parahyangan Gapai Seven Summits

    Pada 17 Mei 2018, dua mahasiswi Universitas Parahyangan, Bandung, Fransiska Dimitri Inkiriwang dan Mathilda Dwi Lestari, menyelesaikan Seven Summits.