Sabtu, 18 Agustus 2018

Lama Tak Terlihat, Nuri Maulida Tampil Bercadar

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nuri Maulida kenakan cadar (Instagram)

    Nuri Maulida kenakan cadar (Instagram)

    TEMPO.CO, Jakarta - Lama tak terdengar kabarnya, kini pemain sinetron Nuri Maulida tampil memakai cadar. Penampilan baru mantan kekasih Jeje Govinda itu diketahui dari posting-an Instagram Story Indadari.

    Nuri Maulida bercadar (tabloidbintang.com)

    "Siapa ini? Masya Allah Nuri cantik banget pakai niqab," kata Indadari di unggahan Instagram Story-nya, Rabu, 14 Februari 2018. Di posting-an yang sama, Nuri Maulida yang memakai hijab dan cadar hitam meminta didoakan agar dia bisa istikamah memakai cadar atau niqab.

    Baca: Menikah November, Nuri Maulida Melahirkan Bayi Perempuan

    "Doain dong semoga hatinya bisa istiqomah," kata bintang sinetron Cinta Fitri tersebut. Di beberapa posting-an Instagram-nya, Nuri Maulida sempat menyebut nama Indadari. Keduanya tampak dekat dan kerap beraktivitas bersama.

    Nuri Maulida pakai cadar (Instagram)

    Sebelum memutuskan menggunakan cadar, Nuri terlihat sempat mencoba dan memperlihatkan penampilannya yang nyaris tertutup dari atas hingga bawah dalam sebuah posting-an. "Saat Hati tenang, Bahagia maka akan terpancar kebaikan dari dalam diri. Dan sekitar kita pun akan merasakan kebahagiaan itu. Bahagia bisa pake Ootd from @by_indadari from head to toe. Superrr Love it @indadari @niqabsquad_official," tulis Nuri Maulida.

    Nuri Maulida sudah memakai hijab sebelum menikah dengan suaminya, Pandu Kesuma Dewangsa, pada November 2014. Kemudian pada 2016, ibu dua anak itu memutuskan untuk memakai hijab syari, hijab yang panjang dan lebar menutupi dada dan bentuk tubuh. Dan kini wanita yang lahir pada 22 November 1985 itu mengubah penampilan dengan bercadar.

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Jurus Rusia Membalas Sanksi AS Terkait Sergei Skripal

    Berikut 5 hal yang mungkin Rusia sebagai retaliasi atas sanksi dari AS terkait kasus serangan racun novichok kepada Sergei Skripal dan putrinya.