Sabtu, 18 Agustus 2018

Gagal Jadi Anggota DPRD, Roro Fitria Terjun ke Dunia Hiburan

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Artis Roro Fitria saat menemui awak media setelah ditangkap polisi terkait penyalahgunaan narkoba di Kantor Kepolisian Daerah Metro Jaya,  15 Februari 2018. Tempo/Caesar Akbar

    Artis Roro Fitria saat menemui awak media setelah ditangkap polisi terkait penyalahgunaan narkoba di Kantor Kepolisian Daerah Metro Jaya, 15 Februari 2018. Tempo/Caesar Akbar

    TEMPO.CO, Jakarta - Roro Fitria mendadak dibicarakan setelah tertangkap polisi karena kepemilikan narkoba. Ia ditangkap polisi di kediamannya di Patio Residence, Jakarta Selatan, pada Rabu, 14 Februari 2018.

    Roro Fitria punya nama lengkap R.R. Fitria Nur Utami. Ia lahir di Yogyakarta, 29 Desember 1987. Menyimak nama depannya, Roro terkait dengan Keraton Yogyakarta. “Papa keturunan Raja Yogyakarta yang keempat,” ujar Roro dalam wawancara dengan tabloid Bintang Indonesia pada 2010 lalu. Ibunya berasal dari pulau seberang, Kalimantan. Bungsu dari empat bersaudara ini tumbuh dan besar di Kota Pelajar.

    Baca: Roro Fitria Ditangkap karena Narkoba, Ini Unggahan Terakhirnya

    Sambil menimba ilmu, Roro iseng-iseng masuk ke sekolah model di Yogyakarta. Kira-kira 1,5 tahun ia belajar menjadi model di sekolah itu. “Pertama kali aku menjadi model, ya, di Yogyakarta,” ujar lulusan ASMI Budya Wacana, Yogyakarta, itu. Sambil berlenggak-lenggok di catwalk, Roro tetap serius menempuh pendidikan. IPK Roro selalu di atas 3,0. “Lulus dari ASMI, aku melanjutkan pendidikan di STIE YKP untuk mengejar gelar S-1,” ucapnya.

    Pada 2009, ketika Roro baru saja menyelesaikan pendidikan, ia diyakinkan sebuah partai politik untuk mengikuti pemilihan umum 2009. “Karena pada dasarnya aku suka berorganisasi,” tuturnya. Ia maju sebagai calon legislatif untuk pemilihan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sleman. Saat penghitungan suara, Roro mendapatkan satu dari sembilan kursi yang diperebutkan. Namun salah seorang calon legislatif protes dan meminta penghitungan ulang suara. Akibatnya, komposisi suara berubah. Roro lalu terdepak.

    Setelah kekalahan itu, dia pindah ke Jakarta guna mencari peruntungan yang lebih baik. “Aku mengontak semua teman-teman di industri hiburan. Menanyakan ada tidak pekerjaan sebagai model, entah itu foto atau iklan. Sembari mencari kerja, aku menumpang di rumah Bude,” ujar Roro. Tawaran pertama yang datang adalah menjadi model iklan. Setelah itu, ia menjadi model iklan untuk sejumlah produk. Ia kemudian melebarkan sayap ke dunia akting dengan bermain film televisi (FTV) dan sinetron. Nama Roro Fitria kemudian dikenal luas setelah membintangi Islam KTP memerankan Mpok Ati.

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Jurus Rusia Membalas Sanksi AS Terkait Sergei Skripal

    Berikut 5 hal yang mungkin Rusia sebagai retaliasi atas sanksi dari AS terkait kasus serangan racun novichok kepada Sergei Skripal dan putrinya.