Minggu, 27 Mei 2018

Kenapa Lokasi Syuting Film Dilan Melenceng dari Novelnya?

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Salah satu adegan di film Dilan 1990 . Dok. Falcon Pictures

    Salah satu adegan di film Dilan 1990 . Dok. Falcon Pictures

    TEMPO.CO, Bandung- Cerita cinta Dilan dan Milea Adnan Hussain pada 1990 berlatar Bandung. Di film Dilan 1990 yang mengadopsi novel tulisan Pidi Baiq, lokasi pengambilan gambarnya berbeda dengan cerita di buku. Misalnya sekolah dan rumah Milea.

    Baca: Sukses, Sekuel Dilan Segera Dibuat Menunggu Kepulangan Iqbaal

    Di novel yang berjudul Dilan, Dia adalah Dilanku Tahun 1990, latar tempat berada di daerah Jalan Buah Batu dan sekitarnya. Tempat tinggal Milea ketika itu misalnya di Jalan Banteng, salah satu cabang jalan raya Buah Batu. Sekolah Menengah Atas  (SMA) Dilan dan Milea pun berada tak jauh dari daerah itu.

    Saat pengambilan gambar film, sekolah yang dipilih yaitu SMA Negeri 20 di Jalan Citarum, Bandung. Rumah Dilan yang mengambil tempat di Jalan Cibeunying berada tak jauh dari sekolah. Namun lokasi rumah Milea, agak jauh.

    Sutradara Fajar Bustomi mengatakan, rumah Milea berada di Jalan Kencana dekat Jalan Malabar. Daerah perumahan itu masih menyisakan beberapa rumah lama peninggalan zaman kolonial Belanda. 

    Menurut Fajar, tim produksi telah memeriksa beberapa tempat untuk pengambilan gambar. Semula mereka berkeliling di Jalan Buah Batu dan sekitarnya, seperti Jalan Solontongan. 

    "Ternyata memang nggak mungkin syuting di daerah Buah Batu karena bakal mengganggu banyak warga," katanya, Jumat, 9 Februari 2018.

    Selain itu, daerah Buah Batu dinilai mengalami banyak perubahan suasana tempat sejak 1990. "Jadi cari yang mirip waktu Buah Batu tahun 1990," ujar Fajar.

    Setelah filmnya menggaet empat juta lebih penonton sejak tayang perdana 25 Januari lalu, tim produksi Falcon Pictures dan Max Films berencana melakukan pengambilan gambar lagi Juli mendatang. Serial film Dilan akan berlanjut sesuai novel keduanya, Dilan, Dia adalah Dilanku Tahun 1991.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Dua Pendaki Mahasiswi Univesitas Parahyangan Gapai Seven Summits

    Pada 17 Mei 2018, dua mahasiswi Universitas Parahyangan, Bandung, Fransiska Dimitri Inkiriwang dan Mathilda Dwi Lestari, menyelesaikan Seven Summits.