Minggu, 27 Mei 2018

Denada Kembali Dihujani Kritik Gara-gara Foto Seksi

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Denada kembali menuai sorotan dari netizen terkait dengan video klip lagu terbarunya yang berjudul Mutha Futha. Netizen menganggap video klip lagu tersebut terlalu vulgar. Instagram.com/@Denadaindonesia

    Denada kembali menuai sorotan dari netizen terkait dengan video klip lagu terbarunya yang berjudul Mutha Futha. Netizen menganggap video klip lagu tersebut terlalu vulgar. Instagram.com/@Denadaindonesia

    TEMPO.CO, Jakarta - Denada mengunggah sebuah foto yang memamerkan keelokan tubuhnya dalam akun Instagram miliknya. Dalam foto tersebut, ibu satu anak ini hanya mengenakan pakaian dalam hitam. Melengkapi penampilannya, Denada memakai bot tinggi merah dan syal bulu hitam.

    "Ain’t enough Celcius for this #MUTHAFUTHA," ucap Denada sebagai keterangan fotonya, Selasa, 6 Februari 2018.

    Melihat unggahan ini, banyak netizen menyampaikan protes dan kekecewaan kepada Denada. "Kok Bu @denadaindonesia jadi begini?" ucap netizen. "Kenapa Mbak kok berubah gini," kata netizen lain.

    Tidak hanya itu, beberapa netizen turut menuliskan komentar yang mengingatkan Denada untuk menghargai budaya ketimuran.

    Tampilan Denada yang hanya menggunakan lingerie tipis berwarna hitam yang ditambah dengan selendang berbulu dan sepatu boot tinggi berwarna coklat yang membuatnya terlihat seksi mendapat banyak kritikan dari netizen. instagram.com

    "Sopan sedikitlah, ini Indonesia bukan Amerika. Hargai budaya Timur Mbak, eh Bu, kan Mbak Denada sudah punya anak," ujar netizen.

    Bukan kali ini saja Denada diprotes karena penampilannya. Beberapa waktu lalu, Denada juga menuai kritikan netizen terkait dengan video klip lagu terbarunya Mutha Futha yang dinilai terlalu vulgar.

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Dua Pendaki Mahasiswi Univesitas Parahyangan Gapai Seven Summits

    Pada 17 Mei 2018, dua mahasiswi Universitas Parahyangan, Bandung, Fransiska Dimitri Inkiriwang dan Mathilda Dwi Lestari, menyelesaikan Seven Summits.