Jumat, 16 November 2018

Mendengungkan Karya Seniman Indonesia lewat 2Madison BuzArt

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • 2Madison BuzArt

    2Madison BuzArt

    TEMPO.CO, Jakarta - 2Madison Gallery kembali mengadakan pameran kolaboratif seni bertajuk 2Madison BuzArt yang diambil dari kata buzzing art, yaitu mendengungkan seni. Atas terbentuknya acara ini, 2Madison Gallery berharap para pekerja kreatif di Indonesia bisa didengungkan dengan sinergis, agar keunikan dan keistimewaan karya mereka bisa didengar  jauh sampai penjuru Tanah Air, bahkan dunia.

    Baca: Pengunjung Galeri Nasional Indonesia Capai 254 Ribu Orang

    “Kegiatan 2Madison BuzArt ini didasarkan pada keinginan untuk promosi karya-karya seniman muda yang berbakat di Indonesia,” ujar panitia pameran Chici Bernardus, ketika dihubungi lewat aplikasi berbalas pesan, Senin, 29 Januari 2018.

    2Madison Gallery  konsisten dengan visi dan misinya, yaitu agar bisa mengibarkan karya di Madison Avenue di New York, Amerika Serikat. Untuk itu, 2Madison Gallery mengajak seniman dan pekerja seni dari berbagai ranah seni dan desain untuk berkontribusi pada pameran ini.

    Seniman yang bergabung dalam 2Madison BuzArt berasal dari Jakarta, Bogor, Tangerang, Sukabumi, Bandung, Solo, Yogyakarta, dan Makassar. Mereka adalah Agemosevr, Bebe Wahyu, Benang Baja, Bunga Fatia, DGTMB, Darbotz, DrawMama, Esa Apriansyah, Irskiy, Kathrin Honesta, Maltafr23, Nasi Goreng Diplomacy, Ruth Marbun, Robet & Olga, Vitarlenology, Vantiani, Wulang Sunu, 2Madison Art Studio, dan The Collectors Showcase: The Link.

    Pameran 2Madison BuzArt diselenggarakan di 2Madison Gallery, Kemang, pad 7 Januari - 4 Februari 2018. Selain itu 2Madison Gallery juga mengajak masyarakat untuk ikut langsung meramaikan rangkaian kegiatan kreatif untuk berbagai usia dan minat.

    “Selain promosi untuk pengunjung lewat konferensi pers dengan media dan undangan, kami juga mempromosikan kegiatan ini lewat media sosial,” kata Chici.

    Pameran 2Madison ini diharapkan dapat menggalang kerjasama dengan seniman dari seluruh pelosok Indonesia. Bukan hanya dalam pameran seni, namun juga dalam menghasilakn produk siap pakai, seperti furnitur, home decor, dan fashion dengan standar kualitas internasional.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tangis Baiq Nuril, Korban Pelecehan Yang Dipidana

    Kasus UU ITE yang menimpa Baiq Nuril, seorang guru SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengundang tanda tanya sejumlah pihak.