Derby Romero Jadi Dokter Muda di London Love Story 3

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Derby Romero dan Amanda Rawles dalam gelaran konferensi pers film London Love Story 3 di kawasan Senayan, Jakarta.

    Derby Romero dan Amanda Rawles dalam gelaran konferensi pers film London Love Story 3 di kawasan Senayan, Jakarta.

    TEMPO.CO, Jakarta - Aktor sekaligus penyanyi, Derby Romero, merasa tertantang ketika harus berperan sebagai  dokter muda bernama Rio di film London Love Story 3. Suami dari Claudia Adinda ini harus menghafal berbagai macam istilah kedokteran yang cukup rumit.

    Baca: 3 Perbedaan Ini Tak Menghalangi Derby Romero dan Claudia Adinda

    "Ada adegan dimana aku harus ngerti bahasa kedokteran dan sambil nunjuk-nunjuk masalahnya. Ini tulang apa, tulang ini. Tapi karena Dimas Anggara bercanda terus, aku jadi ketawa mulu. Kebanyakan ketawa, jadinya sering salah," kata Derby pada konferensi pers film di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, 25 Januari 2018.

    Menurut aktor kelahiran 8 Juni 1990 ini, dokter identik dengan sosok yang kaku. Maka ia ingin memerankan karakter dokter yang berbeda, karakter dokter yang menyenangkan.

    “Orang kan ngelihat dokter sekarang kayaknya galak, serius, kaku, tua, tulisannya jelek. Ya kan? Kita kayak gitu bayangan soal dokter. Gue coba membawakan image dokter yang enggak kelihatan kaku gitu, dan sebagai dokter Rio tuh masih ada genitnya, masih ada petakilannya. Tapi pas menjadi dokter di ruangan dokter, dia profesional," ungkap Derby.

    London Love Story 3 yang berlatar kota London, Jakarta, dan Bali ini akan tayang di bioskop-bioskop seluruh Indonesia pada 1 Februari 2018 . Selain Derby Romero, film yang disutradarai oleh Asep Kusdinar ini turut dibintangi Dimas Anggara, Michelle Ziudith, Amanda Rawles, Ramzi, Ina Marika, dan Irene Librawati.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?