Rabu, 19 September 2018

Salshabilla Buka Mata Batin untuk Dalami Peran di Film Ghost

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Salshabilla Adriani dalam gala premiere Ghost

    Salshabilla Adriani dalam gala premiere Ghost

    TEMPO.CO, Jakarta - Artis remaja Salshabilla Adriani membuka mata batin demi mendalami peran dan karakter Angel di film horor pertama berjudul Ghost. Tetapi remaja kelahiran 12 Agustus 2000 tidak melihat langsung bentuk hantu yang ada di sekitarnya. Ia hanya saja bisa merasakan keberadaan mereka.

    Baca: Joko Anwar: Sudah Seharusnya Film Horor Dibuat dengan Respek

    “Mata batinku sempat dibuka kemarin. Aku bilang ke kakak yang membuka, jangan ditampakkan langsung ya wujud hantunya, soalnya aku penakut. Tapi sejauh mata batinku dibuka, aku bersyukur enggak lihat langsung wujud hantu beneran seperti apa,” ungkap Salshabilla, setelah pemutaran perdana film Ghost di kawasan Kuningan, Jakarta, Senin, 22 Januari 2018.

    Selama membuka mata bantin, saat proses syuting yang berlangsung hampir dua pekan di Puncak Bogor, Salshabilla mengaku jauh lebih peka dengan kehadiran makhluk tak kasat mata.

    "Aku jauh lebih peka dengan keberadaan mereka. Misalnya waktu itu aku ngerasa ada yang jalan di tangga dan benar saja. Jadi kakak yang ngebuka mata batin aku juga sedang menggambar sosok di tangga itu dan memang benar ada," papar mantan kekasih Aldi CJR tersebut.

    Proses membuka mata batin pemain film juga seorang YouTuber dengan 939.094 subscriber ini terjadi pasca produksi film Ghost yang disutradarai oleh Findo Purwono HW.

    “Jadi sebenarnya syuting film ini tuh sudah dari bulan puasa tahun lalu. Beberapa waktu lalu aku balik lagi ke lokasi syuting dan main papan ouija bersama pemain yang lain. Nah disitu aku dibuka mata batinnya,” tutup Salshabilla Adriani.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    TGB Muhammad Zainul Majdi dan Divestasi Tambang Emas Newmont

    KPK mengusut aliran dana ke rekening TGB Muhammad Zainul Majdi, Gubernur Nusa Tenggara Barat. Dana itu diduga berkaitan dengan Newmont Nusa Tenggara.