Klarifikasi Jeremy Teti soal Video Dukung LGBT yang Viral Lagi

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jeremy Teti. Tabloidbintang.com

    Jeremy Teti. Tabloidbintang.com

    TEMPO.CO, Jakarta -Jeremy Teti dihujat dan dicemooh karena dinilai telah mendukung LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender). Sesuatu yang hingga saat ini masih mengundang pro dan kontra di Indonesia.

    Baca: Jeremy Teti Pasrah Dihujat karena Dianggap Dukung LGBT

    Sikap dukungan Jeremy Teti terlihat ketika ia berada dalam sebuah acara talkshow yang membahas LGBT. Pada satu sesi, ia dengan menggebu-gebu mengatakan bahwa menikah sesama jenis sah-sah saja jika keluarga dan lingkungannya memberi restu. Ucapan Jeremy Teti terekam dalam video dan baru-baru ini beredar di media sosial.

    Mengenai persoalan LGBT tersebut, Jeremy Teti menanggapi dengan santai. Menurutnya, video yang baru-baru ini viral adalah rekaman tahun 2015 di acara Debat, TV One.

    Menurut Jeremy Teti apa yang diucapkan hanya untuk sekedar meramaikan acara agar perbincangan makin menarik.Jeremy Teti. Tabloidbintang.com

    "Itu adalah show televisi, kalau semuanya pro nggak seru harus ada pro dan kontra gitu. Ada pendukung ada kontra itu jadi itu sebuah show, televisi ada show jadi anda jangan baper," ungkap Jeremy Teti di Trans TV, Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Rabu, 17 Januari 2018.

    Jeremy Teti mengatakan penampilannya tak lepas dari pembagian karakter dalam acara tersebut. " Gue bukan pasti mendukung hal-hal gituan karena di undang karena ini sebuah talk show 'bang nanti dukung ya', 'yaudah' yang ngundang anak didik gue," tutur Jeremy Teti.

    Lantas apakah ucapan yang dikeluarkan dengan lantang itu murni dari dalam hatinya? Jeremy Teti pun langsung mengklarifikasi. "Saya tidak mewakili kolompok tertentu. Oke sekali lagi, saya tidak mewakili kelompok tertentu ataupun mewakili agama tertentu. Itu adalah statement saya. Dan itu adalah sebuah show oke," ujar Jeremy Teti.

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.