Jumat, 23 Februari 2018

Ayana Jihye Moon, Tertarik Terhadap Islam Bermula dari Irak

Reporter:

Ammy Natashia Hetharia

Editor:

Aisha Shaidra

Sabtu, 13 Januari 2018 12:22 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ayana Jihye Moon, Tertarik Terhadap Islam Bermula dari Irak

    Ayana Moon (Instagram)

    TEMPO.CO, Jakarta -Nama Ayana Jihye Moon belakangan banyak dicari lantaran banyak yang penasaran terhadap sosoknya tersebut. Wanita asal Korea Selatan ini memutuskan menjadi Muslim sejak tahun 2012.

    Dalam video yang diunggahnya dalam akun Youtube, Ayana mengatakan sudah memiliki ketertarikan dengan Islam sejak usia belia. Hal ini dimulai saat dirinya memiliki rasa penasaran dengan Irak. "Pertama kali saya mendengar Irak, saya langsung tertarik. Kemudian saya mendengar kalau agama yang dianut masyarakat Irak adalah Islam," tutur Ayana.

    Baca: Mengenal Ayana Jihye Moon, Selebgram Asal Korea yang Menjadi Mualaf

    Menurut Ayana, pengucapan kata Islam sangat unik. "Itu bahkan tidak terdengar seperti agama," lanjutnya. Penasaran, Ayana mencoba mencari tahu lebih dalam tentang Islam dari Internet. Dari rasa penasaran itu, akhirnya dia mengetahui tentang pakaian yang digunakan umat muslim.

    Selebgram Ayana Moon, menjadi mualaf sejak 2012 (Instagram)

    "Saya melihat mereka mengenakan pakaian yang kebesaran (loose outfit), mereka menutupi muka mereka dan mengenakan hijab seperti yang saya kenakan sekarang." Sejak saat itu, Ayana selalu memperdalam pengetahuannya tentang Islam, Arab dan Timur tengah.

    Saat memasuki jenjang SMA, Ayana berkesempatan mengikuti sebuah acara retreat untuk memperdalam agama Islam. "Saya mengikuti Wamy Camp di mana saya menginap 3 hari 2 malam untuk belajar lebih banyak tentang Islam dan muslim," katanya.

    Walaupun sudah belajar banyak tentang Islam, Arab dan Timur Tengah, Ayana mengaku tetap khawatir dan takut karena citra dari Islam di Korea sangatlah buruk. "Bukan hanya teror tetapi banyak tentang kejahatan yang dilakukan oleh muslim di Korea," tuturnya. Oleh sebab itu, saat mengikuti Wamy Camp, Ayana mengaku kedua orang tuanya sangat khawatir terhadap keselamatannya. "Mereka bilang, kalau ada hal yang asing dan orang aneh di kamp itu, saya harus cepat menghubungi mereka," cerita Ayana.

    Namun yang dikhawatirkan oleh Ayana dan keluarga tidak terjadi. Dalam acara tersebut, Ayana akhirnya mengunjungi Mesjid Islam di daerah Korea. Usai Wamy Camp, keinginan wanita yang sekarang menetap di Malaysia itu makin kuat dan besar. "Saya mengikuti program di Mesjid bernama Salam Nuri yang diadakan setiap minggu," tuturnya. Di sana dirinya bertemu seorang mentor bernama Paman Amin yang mengajarkan lebih banyak soal Islam. "Sampai saya menjadi Korean Muslimah."

    Ia menuturkan saat itu ia mencintai semua tentang Timur Tengah, Arab, namun ia sempat membenci Islam. "Tetapi semakin saya belajar Islam, semakin jatuh cinta saya terhadap Islam. Sekarang saya seorang muslim," ujar Ayana Jihye Moon.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Deretan Kasus Rizieq Shihab, 11 Tuntutan dalam 9 Bulan

    Kabar kepulangan Rizieq Shihab pada 21 Februari 2018 membuat banyak pihak heboh karena sejak 2016, tercatat Rizieq sudah 11 kali dilaporkanke polisi.