Single Terbaru Anggun Duduki Tangga Lagu Billboard di Amerika

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • sumber: Universal Music

    sumber: Universal Music

    TEMPO.CO, Jakarta -Perjalanan karir Anggun di dunia musik mancanegara patut diacungi jempol. Berbagai penghargaan pun telah ia raih. Awal 2018 ini misalnya, Anggun menduduki tangga lagu Billboard charts di Amerika.

    Baca: Kesibukan Anggun C. Sasmi Selain jadi Juri Asia's Got Talent

    Lewat single berjudul Snow On The Sahara, Anggun menjadi seorang legenda Asia sebagai artis kelahiran Indonesia yang pertama dalam sejarah yang menduduki Billboard charts sebanyak 3 kali: Adult Pop 40 (#22), Dance Songs (#16) dan album Heatseekers(#23).

    20 tahun kemudian, Anggun kembali menggebrak dengan pencapaian yang luar biasa untuk single terbarunya berjudul What We Remember, bagian pertama dari album Internasional 8 yang dirilis oleh Universal Music Asia.

    "Saya benar-benar merasa sangat terhormat untuk sekali lagi dapat masuk ke charts Billboard. 20 tahun lalu, itu merupakan kali pertama lagu saya Snow On the Sahara masuk ke Amerika. 20 tahun kemudian, saya sangat beruntung dengan dukungan publik terhadap musik saya," kata Anggun dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 4 Januari 2018.Anggun merilis lagu terbarunya "What We Remember"

    Menurut Anggun, lagu What We Remember sangat spesial. Lagu tersebut memiliki makna yang dalam. ”Saya telah memilih karir saya sejak 20 tahun lalu untuk fokus di Eropa karena kehidupan pribadi saya ada di sana," katanya.

    Dia melanjutkan, "Saya tahu bahwa banyak penggemar Amerika yang protes bahwa saya berada sangat jauh untuk waktu yang lama. Saya berjanji akan berusaha mengunjungi Amerika di tahun 2018." Anggun tengah berada di Italia untuk rekaman program utama prime time pertunjukan televisi di sana yang akan tayang pada 6 Januari 2018 di jaringan televisi terbesar di Italia.

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selamat Jalan KPK

    Berbagai upaya melemahkan posisi KPK dinilai tengah dilakukan. Salah satunya, kepemimpinan Firli Bahuri yang dinilai membuat kinerja KPK jadi turun.