Si Juki The Movie, dari Komik ke Layar

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pengisi suara film animasi Si Juki The Movie. (Dok. Falcon Pictures)

    Para pengisi suara film animasi Si Juki The Movie. (Dok. Falcon Pictures)

    TEMPO.CO, Jakarta - Terlahir di tengah keluarga Betawi, Si Juki diceritakan sebagai sosok anak penggila jengkol. Tak disangka, kecintaannya terhadap makanan yang memiliki bau khas tersebut, membawa Juki pada petualangan hingga ke luar angkasa.

    Diceritakan sebagai seorang komikus yang ingin selalu tampil beda, eksistensi Juki justru tergilas oleh talenta-talenta baru. Sehingga, ia harus mencari cara lain untuk terus tampil beda. Hingga akhirnya ia bertemu Doktor Erin Pratama, lulusan kampus Amerika Serikat yang menjadi staf di Badan Antariksa Seluruh Indonesia.

    Baca: Si Juki Diangkat ke Bentuk Film, Ini Harapan Faza Meonk

    Keduanya sempat gagal menjalankan misi negara, tapi kembali mencoba dengan cara mereka sendiri. Berhasilkah Juki dan kawan-kawannya menjalankan misi untuk menyelamatkan seluruh masyarakat Indonesia tersebut? Jawabannya dapat Anda saksikan pada film berjudul Si Juki The Movie: Panitia Hari Akhir mulai 28 Desember 2017.

    Film animasi 2D besutan Falcon Pictures tersebut mengadopsi komik karya Faza Meonk, yang digarap selama kurang-lebih dua tahun. "Kami ingin mencakup semua kalangan umur untuk menonton film ini," ucap Faza di Jakarta, Sabtu, 23 Desember 2017.

    Film ini juga menghadirkan sejumlah selebritas ternama untuk menjadi pengisi suara, di antaranya Bunga Citra Lestari, Indro Warkop, Jeremy Tety, Ari Kriting, Mongol Stress, Tyson Lynch, Tarzan, hingga Butet Kertaradjasa.

    Menjadi pengisi suara dalam film animasi merupakan pengalaman pertama bagi beberapa aktor dan aktris yang terlibat, misalnya Bunga Citra Lestari (BCL).

    "Saya ikutan bangga bisa terlibat dalam film ini. Ini pengalaman pertama saya mengisi suara di film animasi," kata BCL.

    Hal senada juga disampaikan Indro Warkop, yang mengaku menjadi pengisi suara satu setengah kali lebih sulit ketimbang ikut bermain secara utuh dalam film.

    "Ini kan kita sebetulnya akting juga, mengumpulkan emosi juga. Yah bisa dibilang satu setengah kali lebih susah. Jadi bagaimana suara kita menjiwai peran yang suaranya kita isi," ujar Indro.

    Untuk Falcon Picture sendiri, film Si Juki The Movie: Panitia Hari Akhir ini merupakan pertama kalinya memproduksi film bertemakan animasi.

    "Ini film pertama animasi kami, dan kami itu selalu mencoba hal-hal baru," ucap Frederica selaku produser Falcon Picture. Ia berharap, Si Juki dapat diterima sebagai karya anak bangsa yang mampu menyaingi tokoh-tokoh animasi dari luar negeri.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.