Jumat, 16 November 2018

Tsania Marwa Sudah Enam Bulan Tak Bisa Temui Anaknya

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tsania Marwah. instagram.com

    Tsania Marwah. instagram.com

    TEMPO.CO, Jakarta -Sebelum mengadu ke Komnas Perlindungan Anak, Tsania Marwa sudah pernah minta bantuan ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Saat itu telah dibuat kesepakatan agar Tsania Marwa bisa menemui buah hatinya, Syarif dan Aisyah. Tapi pada kenyataannya, kesepakatan itu tidak berjalan dengan mulus.

    Pertemuan terakhir menurut Tsania terjadi pada 2 Agustus lalu. Pertemuan tersebut menurutnya terjadi di Kementerian Sosial yang dihadiri pihak Kemensos dan KPAI. Durasi prtemuan yang pendek yakni hanya 1,5 jam diakui Tsania sangat kurang. "Di situ akhirnya saya bertemu dengan anak saya setelah 6 bulan saya nggak ketemu, tapi saya tidak bisa mendapatkan quality time sama mereka," kata Tsania Marwa ditemui di Komnas Perlindungan Anak, Kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur, Ahad 10 Desember 2017.

    Katanya, sikap Atalarik tidak kooperatif saat pertemuan itu terjadi. Salah satunya adalah melarang Tsania Marwa memberikan makanan untuk anak-anaknya.

    "Saya itu bawa makanan untuk anak-anak, karena kebetulan malam sebelumnya saya masih kerja, syuting, jadi pas pulang syuting itu saya bela belain mampir dulu ke sebuah tempat untuk beli makanan kesukaannya mereka. Tapi begitu saya sampai ke KPAI saya tidak boleh kasih makan anak saya. Bapaknya bilang kalau misalnya itu kamu kasih makanan anak-anak saya bawa pulang. Dan di situ tidak ada juga yang mau mengambil jalan tengah baiknya seperti apa," lanjut Tsania Marwa.

    Di situ ia hanya bisa diam karena memikirkan perasaan anak-anaknya. Karena tidak puas dengan kesepakatan tersebut, akhirnya Tsania Marwa mengadu ke Komnas Perlindungan Anak dan optimis kali ini dirinya bisa dipertemukan dengan anak-anaknya.

    "Kemarin-kemarin banyak langkah yang sudah saya lakukan tapi ternyata belum ada titik terang juga. Jadi salah satu langkah saya yang saya optimis yakni adalah meminta bantuan dan perlindugan ke Komnas Perlindungan Anak," tutur Tsania Marwa.

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tangis Baiq Nuril, Korban Pelecehan Yang Dipidana

    Kasus UU ITE yang menimpa Baiq Nuril, seorang guru SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengundang tanda tanya sejumlah pihak.