Sabtu, 23 Juni 2018

Sutradara FIlm Turah jadi Best Director di ASEAN Film Awards

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Poster Film Turah. wikipedia.org

    Poster Film Turah. wikipedia.org

    TEMPO.CO, Hanoi -Sutradara Wicaksono Wisnu Legowo, terpilih sebagai sutradara terbaik (Best Director) dalam ajang ASEAN Film Awards yang dilaksanakan dalam rangkaian ke-20 Vietnam Film Festival di Trung Vuong Theatre, Da Nang, Vietnam, 28 November 2017, atas performanya menggarap film Turah.

    Baca: Film Turah, Skenario Terbaik Festival Film Tempo

    Berdasarkan keterangan tertulis dari KBRI Hanoi yang diterima di Jakarta, Rabu, 29 November 2017, Film "Turah" masuk dalam nominasi dari empat kategori, yaitu aktor terbaik, sutradara terbaik, dan film terbaik. Wicaksono Wisnu Legowo berhasil menjadi Best Director dengan menyisihkan dua sutradara dari Filipina dan Singapura, yaitu Mikhail Reid (Birdshot) dan K. Rajagopal (A Yellow Bird).

    Sementara itu, Best Actress diraih oleh aktris asal Filipina Mary Joy Apostol (Birdshot) dan Best Actor dimenangkan oleh Sivakumar Palakhrisnan dari Singapura dalam film A Yellow Bird. Film A Yellow Bird asal Singapura dinobatkan sebagai film terbaik.

    Victor J. Sambuaga Minister Counsellor KBRI Hanoi, mewakili Wicaksono Wisnu Legowo menerima penghargaan Best Director tersebut dari dewan juri yang terdiri dari Jonathan Hyong-Joon Kim (Produser, Korea Selatan), Roger Garcia (Sutradara, Hong Kong, Cina), Karolina Bielawska (Sutradara dan Scriptwriter, Polandia).

    Melalui pesan pendek, Wisnu mengatakan kalau penghargaan ini bukan untuk dirinya. “Bukan hanya untuk saya, tapi untuk para pembuat juga pemain film Turah, untuk warga Tegal, dan Indonesia,” ujar Wisnu.

    Ia menambahkan semoga penghargaan ini juga bisa memberikan perubahan bagi warga Kampung Tirang. “Listrik dan air bersih yang resmi dari negara, belum ada. Mereka ngambil listrik dari pabrik, dan beli air bersih di seberang pulau,” tutur Wisnu lagi.

    ASEAN Film Awards dengan tema "Cinema connects the ASEAN community" untuk pertama kalinya diselenggarakan oleh Vietnam dalam rangka memperingati ulang tahun ASEAN yang pada tahun ini memasuki usia ke-50. Tujuan utamanya adalah untuk memperkenalkan film-film terbaik dari 10 negara anggota ASEAN serta menegaskan kembali peran industri perfilman dalam memperkuat persahabatan masyarakat ASEAN.

    Setiap negara ASEAN hanya dapat diwakilkan oleh satu film. Sepuluh film dari 10 negara ASEAN di antaranya adalah Descendant (Brunei Darussalam), Benevolence of Contemporary (Kamboja), Turah (Indonesia), Swan LRifts Turtle (Laos), Adrift (Malaysia), Angel of Eden (Myanmar), Birdshot (Filipina), A Yellow Bird (Singapura), By the Time It Gets Dark (Thailand), dan Hello Vietnam (Vietnam).


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Pelatih Paling Mahal di Piala Dunia 2018

    Ini perkiraan jumlah gaji tahunan para pelatih tim yang lolos Piala Dunia 2018.