Kisah Anggy Umbara Garap Film 5 Cowok Jagoan

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggy Umbara Bagikan Tips dan Trik Bikin Film Pendek

    Anggy Umbara Bagikan Tips dan Trik Bikin Film Pendek

    TEMPO.CO, Jakarta -Film terbaru Anggy Umbara, 5 Cowok Jagoan akan tayang mulai 14 Desember. Film ini menggabungkan lima aktor dalam satu frame. Kelima aktor ini pun belum pernah main film bersama.

    Sehingga film 5 Cowok jagoan, menurut Anggy adalah pengalaman pertama mereka. Mempertemukan lima aktor dalam satu film dengan masing-masing karakater, menurut Anggy bukan hal mudah.

    ‎”Memadukan lima pemain utama yang belum pernah satu project bareng itu tantangan tersulit, harus latihan fighting, belajar komedi, empat jam makeup, menghadapi boz zombie dan 50 zombie dalam satu frame,” ujar Anggy.

    Menurut Anggy, setiap pemain punya peranan masing-masing yang pastinya tidak akan kalah kocak ketika ditonton nanti di bioskop.

    Film produksi MVP Pictures itu menampilkan aksi dari Dedy (Dwi Sasono), Yanto (Ario Bayu), Lilo (Muhakdly Acho), Danu (Arifin Putra) dan Reva (Cornelio Sunny) untuk menyelamatkan ilmuwan cantik bernama Dewi (Tika Bravani)

    “Ini film action comedy zombie pertama di Indonesia. Kalau action zombie yang horor dulu ada, namanya Kampung Zombie. Tapi ini full action, beneran berantem dan komedi situasi yang lucu. Karena ini pertama kalinya di Indonesia pastinya tantangannya tinggi sekali. Dari segi teknis, cara membuat zombie-zombienya, karakternya harus keluar, ada fokus dan kedalaman sendiri yang nggak boleh salah,” terang sutradara berusia 35 tahun ini.

    Menggarap sebuah film action komedi di Indonesia, lanjut Anggy, butuh ekstra hati-hati. Film komedi memiliki standar sendiri di mata penonton film Indonesia. Sebuah film bisa dikatakan lucu minimal bisa membuat tertawa sutradara dan kru produksi saat proses syuting berlangsung.

    “Artinya kita harus mencari definisi lucu bagi semua masyrakat Indonesia.”

    “Kita juga dilarang bikin film kocak yang katrok. Cerita harus dikuatin, nggak cuma lucu tapi ada story-nya, ada goal cerita mau menuju ke mana. Jelas pegangan 5W+1H (What, Where, When, Why, Who, dan How)-nya. Pemain juga mesti bagus, produksi dijaga, sinematik, efek-efeknya, slow motion-nya, artistik, komedi tetap dijaga dari awal sampai akhir,” ujarnya.

    Di antara semua adegan lucu yang ada di dalam film berdurasi 1 jam 46 menit, ada satu momen yang tak terlupakan. Yakni, ketika lima pemain utama mengingat janji masa kecil. Mereka duduk berhadapan berlima dan mengenang kejadian masa lalu.

    Adegan tersebut, lanjut Anggy, sampai harus ditake puluhan kali karena satu alasan, antar pemain tidak bisa berhenti tertawa. Termasuk sang sutradara.

    “Karena mereka saling ingat, dan saling melihat mimik wajah masing-masing, itu yang paling susah. Karena nggak bisa nahan tertawa, padahal itu cuma mimik wajah lho, bukan gestur. Itu ditake berulang-ulang. Ario Bayu akhirnya nggak mau lihat muka Dwi Sasono, dia cuma lihat kupingnya saja,” tutur Anggy Umbara.

    Namun, Anggy mengungkapkan ada satu adegan 5 Cowok Jagoan yang akan membuat penonton bertanya-tanya.

    “Kenapa ada lagu poco-poco di tengah film, itu yang harus ditunggu. Kenapa ada? Jawabannya cuma ada kalau Anda menonton film 5 Cowok Jagoan,” tutup Anggy Umbara.

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.