Laila Sari Sudah Siapkan Kain Kafan Sejak Lama

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Artis senior Laila di kediamannya di kawasan Mangga Besar, Jakarta, pada 8 Juli 2010. Laila Sari meninggal pada usia 86 tahun, pada Senin, 20 November 2017, pukul 19.50 WIB, di rumahnya. Dok. TEMPO/Seto Wardhana

    Artis senior Laila di kediamannya di kawasan Mangga Besar, Jakarta, pada 8 Juli 2010. Laila Sari meninggal pada usia 86 tahun, pada Senin, 20 November 2017, pukul 19.50 WIB, di rumahnya. Dok. TEMPO/Seto Wardhana

    TEMPO.CO, Jakarta -Laila Sari mengembuskan napas terakhir di usia 82 tahun. Saat ini jenazah almarhumah masih disemayamkan di rumah duka, Kawasan Tangkiwood, Jakarta Barat. Menurut penuturan Maya Sari, anak angkat Laila Sari, beberapa waktu lalu ibunya sempat mengatakan sesuatu yang membuatnya terkejut.

    Baca: Sebelum Meninggal, Laila Sari Sempat Syuting Acara TV

    "Kemarin dia bilang sebulan atau dua bulan lalu, nanti kalau meninggal tuh mama sudah sediain kain kafan. Mama enggak mau nyusahin kamu, nanti kamu enggak usah beli lagi," kenang Maya Sari seraya menirukan ucapan sang bunda, di rumah duka, Senin, 20 November 2017.Jenazah Laila Sari disemayamkan di rumah duka di kawasan Tangkiwood, Jakarta. TABLOIDBINTANG.COM

    Meski hidup dalam kesederhanaan, diakui Maya, Laila Sari tak ingin merepotkan anaknya. "Katanya ada di sini semua, jadi mama nggak mau ngerepotin lagi."

    Sebagai anak, Maya sempat menanyakan maksud Laila berkarta demikian. Siapa sangka, ucapan itu menjadi firasat kepergian Laila Sari untuk selama-lamanya.

    Laila Sari rencananya akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak, Jakarta, Selasa, 21 November 2017, sebelum Dzuhur. Laila akan dikebumikan dekat dengan pusara almahum suaminya.

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.