Rabu, 19 September 2018

Pengabdi Setan Pamit dari Bioskop

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengabdi Setan. youtube.com

    Pengabdi Setan. youtube.com

    TEMPO.CO, Jakarta -Hari ini film Pengabdi Setan tayang terakhir kali di bioskop Indonesia. Sang sutradara, Joko Anwar menyampaikan salam perpisahan melalui akun instagramnya lewat unggahan sebuah gambar berlatar poster film yang sukses membawa 7 Piala Citra tersebut.

    Baca: Pengabdi Setan Bawa Pulang Tujuh Piala Citra

    Pada gambar yang diunggah Joko Anwar tercantum tulisan ucapan perpisahan soal hari terakhir ada di layar bioskop, serta ungkapan terima kasih untuk apresiasi penonton terhadap film Pengabdi Setan.

    “Terima kasih untuk teriakannya, tertawanya, meme-meme lucunya, parodi-parodi kreatif, plesetan-plesetan ngeselin, pujiannya, dan kritikannya ya, teman-teman. Semoga kita bisa berjumpa lagi. Kami undur diri. Salam dari semua kru dan pemain. Lewat film Pengabdi Setan kami telah dapat keluarga baru, yang termasuk kalian semua. Dada...” tulis Joko Anwar.

    Sutradara Joko Anwar mengunggah foto yang memberitahukan penayangan terakhir Pengabdi Setan di bioskop/Instagram

    Perpisahan yang disampaikan Joko Anwar tersebut mengundang reaksi netizen yang turut berkomentar dalam postingan tersebut.

    Dalam kurun satu bulan lebih tayang di bioskop, Pengabdi Setan telah mencapai jumlah penonton hingga 4.181.236. Angka tersebut menempatkan Pengabdi Setan sebagai film terlaris tahun 2017 ditambah lagi dengan perolehan tujuh penghargaan di Festival Film Indonesia 2017.

    Proses berikutnya yang dilalui Pengabdi Setan adalah menanti penayangan di 23 negara. Joko Anwar menyebutkan film terbarunya ini tak akan diproduksi dalam bentuk DVD lantaran ia tahu seperti apa liarnya pembajakan di tanah air.

    AISHA | INSTAGRAM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    TGB Muhammad Zainul Majdi dan Divestasi Tambang Emas Newmont

    KPK mengusut aliran dana ke rekening TGB Muhammad Zainul Majdi, Gubernur Nusa Tenggara Barat. Dana itu diduga berkaitan dengan Newmont Nusa Tenggara.